Cerita Ngentot Perjakau Hilang Di Miss V Tanteku – Pagi itu Tante Lia meneleponku dan memintaku untuk datang ke rumahnya. Dia mengeluh pipa air di dapurnya rusak. Karena aku sudah beberapa kali berhasil memperbaiki pipa2 air dirumahnya, maka dia memanggilku untuk memperbaiki pipa air yang rusak tersebut dirumahnya dan karena hari ini jadwalku sangat padat, maka aku bilang kalau aku akan kerumahnya setelah semua kegiatanku selesai.

Sore hari setelah semua kegiatan aku selesaikan, maka sesuai janjiku pada Tante Lia aku datang ke rumahnya. Begitu sampai di rumahnya, akupun langsung masuk kedalam rumah dan ternyata Tante Lia sudah berada di ruang tamu menunggu kedatanganku dengan mengenakan baju santai. Baju tersebut sangat pendek dan hanya menutupi 1/3 bagian paha mulus Tante Lia.

“Ayo Nik, aku tunjukin pipa yang rusak” kata Tante Lia sambil membalikkan badan dan segera melangkah ke dapur.

Aku mengikuti Tante Lia dari belakang. Mataku tak berkedip melihat penampilan Tante Lia itu. Dengan memakai baju yang sangat pendek dan ketat tersebut, membuat mataku dengan jelas bisa melihat mulusnya paha serta bentuk dan lekuk pantat Tante Lia yang bulat padat bergoyang ketika dia berjalan.

Begitu tiba di dapur, sebelum mulai memperbaiki pipa yang rusak, karena takut kotor dan basah, aku melepas celana panjang dan kemejaku sehingga aku tinggal mengenakan celana boxer dan kaos oblong.

Setelah aku selesai berganti pakaian, aku membungkuk untuk melihat pipa di bawah tempat cuci piring. Aku malihat ada air menetes dari sambungan pipa. Dengan posisi selonjor di lantai, aku masukkan badanku di bawah kolong tempat cuci piring tersebut dan mulai membetulkan sambungan yang rusak tersebut. Namun betapa terkejutnya aku saat aku melihat ke arah Tante Lia. Karena baju Tante Lia yang sangat pendek tersebut, maka dari posisiku tersebut aku dapat melihat langsung kearah selangkangan Tante Lia. Ternyata Tante Lia tidak memakai celana dalam sehingga aku bisa melihat langsung memek Tante Lia yang dipenuhi dengan bulu2 jembut yang cukup lebat. Sejenak aku terdiam sambil memandangi memek Tante Lia hinga aku dikejutkan oleh suara Tante Lia.

“Gimana Nik, apa perlu diganti sambungan pipanya?” tanya Tante Lia.
“Gak usah Tan, hanya perlu ditambah seal tape dan dikencangin saja juga beres” jawabku dengan muka memerah menahan malu karena ketahuan Tante Lia kalau aku sedang memandangi bagian selangkangannya.

Akupun kembali memperbaiki sambungan pipa yang rusak tersebut sambil sesekali kembali mataku melihat selangkangan Tante Lia yang jelas menampakkan bukit memeknya yang menggembung itu. Tiba2 aku merasakan sesuatu menggesek-gesek bagian tengah selangkanganku. Gesekan tersebut tepat mengenai biji pelirku. Saat aku melihat kebawah, aku melihat kaki Tente Nur yang menggesek gesek biji pelirku tersebut. Akupun merasakan nikmatnya gesekan kaki Tante Lia tersebut pada biji pelirku dan akupun seketika menghentikan aktifitasku yang sedang memperbaiki sambungan pipa yang rusak tersebut.

Sumber