Cerita Seks Sperma Bapak Mertua – Cerita ini berawal saat ibuku sakit dan harus dibujuk ke rumah sakit, awalnya Rafhi tak setuju bila Citar meminta bapaknya untuk menginap dirumah mereka sementara untuk menemani ke rumah sakit, dan Rafhi sendiri harus terbang keluar kota untuk urusan bisnisnya dan tidak bisa ditunda karena hari itu merupakan hal penting dalam negoisasi.

Dan pikiran yang sangat mengganggunya itu adalah karena dia curiga sudah sejak dulu papanya ada ‘perasaan lain’ pada Citra istrinya. Citra merasa sangat marah pada Rafhi, karena sangat egois dan dengan perasaan cemburunya itu.

Bukan hanya kali ini Rafhi meragukan kesetiaannya terhadap perkawinan mereka dan kali ini dia merasa telah berada dalam puncaknya.. Dan dia tahu dia akan membuat Rafhi membayar sikapnya yang menjengkelkan itu.

Ketika itu terjadi, Jack tiba pada hari sebelum Rafhi terbang ke luar kota untuk bertemu kliennya. Dia tidak membiarkan kedatangan Jack mengganggu jadwalnya, meskipun dia akan membiarkan papanya bersama Citra tanpa dia dapat mengawasinya selama beberapa hari kedepan. Ini adalah segala yang Citra harapkan dan lebih, ketika dia menyambut Jack dengan secangkir teh yang menyenangkan..

Dia bisa katakan dari perhatian Jack yang ditunjukkannya pada kunjungan itu. Mata Jack berbinar saat dia tahu Rafhi akan pergi besok pagi-pagi benar, dan dia mendapatkan Citra sendirian dalam beberapa hari bersamanya.

Citra sangat menarik, yang sungguhpun dia tahu sudah tidak punya kesempatan terhadap Citra, dia masih berpegang pada harapannya, dan berbuat yang terbaik untuk mengesankannya, dan menggodanya.

Citra tersanjung oleh perhatiannya, dan menjawab dengan mengundang bahwa mereka berdua dapat mulai untuk membiarkan harapan dan pemikiran yang telah dia kubur sebelumnya untuk mulai kembali ke garis depan itu.

Sudah terlambat untuk jam kunjungan rumah sakit sore itu, sehingga mereka akan kembali lagi esok paginya sekitar jam sebelas. Citra menuangkan beberapa gelas wine untuk mereka berdua sekembalinya dari rumah sakit petang itu.

“Aku harus pergi dan mandi.. Aku kira aku tidak punya waktu pagi nanti”.

“Oh bisakah Papa membiarkan showernya tetap hidup? Aku juga mau mandi jika Papa tidak keberatan.”

Citra mau tak mau nanti akan menyentuh dirinya di dalam shower, bayangan tangan Jack pada tubuhnya terlalu menggoda dan rasa marah terhadap suaminya sangat sukar untuk dienyahkan dari pikirannya.

Dia belum terlalu sering mengenakan jubah mandi sutera itu sebelumnya, tetapi memutuskan untuk memakainya malam ini. Hasrat hatinya mendorongnya untuk melakukannya untuk Papa mertuanya, Rafhi bisa protes padanya jika dia ingin.

Sumber