Cerita Dewasa Adel Si Gadis Nelayan – Adel, si penggagas ide untuk mendapatkan liburan yang berbeda dibandingkan liburan-liburan sebelumnya masih kebingungan untuk memilih pekerjaan yang cocok. Setelah berpikir cukup lama, Adel mengamati lauk yang sedang dimakannya. Ikan, pekerjaan kasar yang dipilihnya harus berhubungan dengan lauk yang paling ia sukai itu, pikir Adel.

Jika berpikir tentang ikan, pastilah langsung kepikiran nelayan. Adel pun sudah memutuskan. Adel mengepak beberapa helai pakaiannya dan yang paling penting adalah uang dan kartu atm. Adel pergi ke daerah pantai yang pernah ia datangi. Waktu itu ia melihat beberapa nelayan di pantai tersebut. Tapi, Adel harus mencari nelayan dulu yang mau menerimanya untuk tinggal bersama. Adel pergi ke daerah tersebut. Tak lama kemudian, Adel telah sampai.

“permisi, Pak..”.
“iya, neng ?”.
“rumah Pak RT di mana yaa ?”.
“oh di sana, neng…neng lurus aja..abis itu belok kiri..”.
“oh..terima kasih ya, Pak..”.
“iya, neng..”. Adel segera turun dari mobilnya saat sudah sampai di depan rumah yang di tunjukkan bapak tadi.
“tok tok tok !!”.
“permisi !!”. Pintu pun terbuka, seorang ibu-ibu yang membukanya.
“permisi, Bu..saya mau ketemu Pak RT..”.
“adek ini siapa ya ?”.
“nama saya Adel, Bu..”.
“saya Endang, istrinya Solihin, Pak RT di sini, dek Adel ada keperluan apa ya ?”. Keduanya pun bersalaman.
“begini, Bu…saya lagi neliti kehidupan nelayan buat jadi bahan skripsi saya…saya mau minta izin ke Pak RT..”.
“oh begitu, dek Adel udah ada tempat nginap di rumah warga di sekitar sini ?”.
“itu dia, Bu..saya belum ada..makanya saya mau izin ke Pak RT sekalian minta tolong di cariin warga di sekitar sini..boleh, Bu ?”.
“oh boleh boleh, dek..ayo dek Adel masuk dulu..langsung ngomong sama bapak..”.
“iya, Bu..terima kasih..”.
“ayo dek, silakan duduk dulu..Ibu panggil Bapak dulu..”.
“iya, Bu..”. Tak lama kemudian, Endang keluar dengan seorang bapak-bapak.
“ini dek Adel ya ?”.
“iya, Pak..saya Adel..”.
“ada perlu apa ke sini ?”. Adel pun menjelaskan seperti apa yang dijelaskan ke Endang.

Meskipun Adel berbohong, tapi kata-kata yang keluar dari mulutnya mengalir dengan lancar.

“hmm…begitu ya, Dek..adek tunggu di sini sebentar..saya mau tanya warga yang mau dulu..”.
“maaf, Pak…saya jadi gak enak ngerepotin…”.
“gak apa-apa, Dek Adel…kalo gitu, saya pergi dulu yaa..”. Sambil menunggu, Adel mengobrol dengan

Endang di ruang tamu rumah Endang. Tak lama kemudian, Solihin sudah kembali.

Sumber