Cerita Seks Mbak Tanti Nakal – Terdengar kabar ternyata Dewi benar-benar pergi ke batam mengikuti orangtuanya. Aku merasa kehilangan yang sangat mendalam, merasa kehilangan karena tidak ada yang akan mengisi hari-hariku kembali. Dan merasa kehilangan karena aku tidak merasakan lagi kemolekan tubuh Dewi yang putih bersih itu.

Karena semenjak pertemuan terakhirku dengan Dewi, telah membuat aku ketagihan namnya sex. Aku hanya bisa menyalurkannya dengan bermasturbasi, entah itu dengan membaca majalah dewasa maupun menonton VCD porno yang aku beli sendiri.

Terkadang jika aku sedang bekerja, aku suka mencuri-curi pandang kepada mba Tanti. Aku sering membayangkan gimana seandainya bila aku bercinta dengannya.

Selama ini mba Tanti tidak pernah menyadari kalau aku sering memperhatikannya. Aku selalu tersenyum kepadanya apabila mba Tanti menyadari kalau sedang aku perhatikan.

“hei.. tumben loe..senyam senyum aja..”mba Dewi mencoba meledekku
“ahhh.. engga biasa aja koq.. emangnya ga boleh ya klo senyum?”.. ucapku
“bukannya apa-apa..biasanya loe kan sering cemberut aja Ndi..” mba Tanti membela diri.

Aku hanya tersenyum kecil kucoba meneruskan pekerjaanku kembali, tap secepat kilat menyambar pinggangku.

“aduhhh.. apa-apan seh mba?!..” mba Tanti mencubitku dan berlalu begitu saja dari hadapanku.

Mba Tanti selalu satu shift denganku sehingga kami selalu ada kesempatan untuk mengobrol berdua. Mba Tanti ini orangnya suka bicara blak-blakan apalagi dengan aku dari mulai urusan kerja, rumah tangga sampai urusan ranjang dia tidak malu untuk bercerita denganku. Karena menurutnya aku bisa nyambung jika diajak bicara dengannya. Lain hal dengan teman-teman lain dia agak sedikit tertutup berbicara hanya sekedarnya.

Sampai suatu ketika ia bercerita bahwa suaminya sekarang lebih suka pulang pagi. Dan selalu meminta kebutuhan sex-nya dipagi hari, mba Tanti bercerita bahwa ia melayani suaminya hanya karena kewajiban.

Dan dia sama sekali tidak pernah menikmati hubungan sex dengan suaminya.

“Cape gwe.. laki gw pulang pagi lagi, dateng-dateng celana gw main dipelorotin aja”.. ucap mba Tanti sambil terduduk lemas disampingku.
“lho..emangnya kenapa mba?!.. bukannya enak?..” ledekku
“enak gmana.. abis genjot langsung tidur pules, tinggal gw sendiri yang bengong..dia tidur, gw tinggal aja berangkat kerja”… gerutu mba Tanti.
“wkwkkwkkkwk….. “ aku tertawa cukup keras hingga teman-teman yang lain menoleh semua kepadaku.
“berarti mba ga puas ya…” candaku
“SSStttttttt…..ngapain seh loe pake ketawa?..malu tau kalo ketahuan anak-anak” mba Tanti mencubit pinggangku.
“aduuuhhhhh.. pelan-pelan donk mba.. klo nyubit jangan itunya, yang ini ni…! Sambil aku menunjuk kearah penisku. mba Tanti pun kembali mencubitku
“iihhhh.. klo itu seh da ada yang punya kan”.. tanya mba Tanti
“Gak koq ..mba aku masih single belum punya pacar..”
“masa seh.. yang kemarin itu gimana”.. maksud mba Tanti adalah Dewi.

Akhirnya jam kerja telah selesai dan seperti biasa mba Tanti membonceng pulang denganku karena searah denganku.

Sumber