Cerita Ngentot Nafsu Birahi Perawan – Aku mulai merasa terangsang yang amat sangat. Tanpa kuharapkan, tangan cowokku mulai masuk ke dalam celanaku. Untuk aku mengenakan celana pendek yang tidak terlalu ketat, sehingga tangan cowokku dapat masuk ke selangkanganku dengan mudahnya. Kami asik bercumbu sampai aku benar-benar tidak bisa menahan lagi. akhirnya dengan alasan panas, cowokku mengajakku ke teras kamar kostannya. Kami duduk di kursi yang tidak akan terlihat dari dalam kamar.

Lalu kami mulai berciuman dan kali ini aku gantian meremas penisnya dengan penuh nafsu. Cowokku juga ngobel memekku dengan penuh nafsu. Entah setan dari mana datang ke dalam diri cowokku, lalu kami ke kamar mandi.

Sialnya, kamar mandi yang ada di kostan itu ternyata kamar mandi bersama. Jadi ada kemungkinan bila kami di dalam, akan ketahuan. Tapi rupanya keadaan kostan hari itu sedang sepi sekali. Jadi kami bisa bebas menggunakannya. “Cerita Seks: Nafsu Birahi Perawan”

Begitu di dalam kamar mandi, cowokku yang sudah horny banget langsung membuka sweaterlu dan celana pendekku. Dia juga langsung membuka kaosnya juga celana pendeknya. Sekarang kami hanya mengenakan pakaian dalam. Aku masih menggunakan tanktop. Dia lansung mengulum toketku dengan penuh nafsu. Di isapnya sampai puas toketku. Bahkan sampai berbekas. Aku mulai mengerang nikmat ketika dia menghisap toketku dengan keras. Sementara kau belum melakukan apapun karena merasa nikmatnya.

Cowokku menarik tanganku hingga ke penisnya. Akupun meremas-remasnya dengan nafsu. Dia juga mengerang nikmat. Dan erngannya mulai membuat nafsuku semakin meningkat. Dia mulai mencium bibirku dengan ganas. Jujur ini merupakan ciumanku yang terganas selama pacaran dengannya. Dia juga memasukkan lidahnya dengan liar ke dalam mulutku. Kami asik berciuman sambil tanganku mengocok-ngocok penisnya dan tangannya meremas kedua toketku dengan kencang.

Sambil sesekaki memainkan putingnya. Bibirnya turun menuruni leherku dan membuat bekas cupang di leherku. Untung saja rambutku panjang sehingga dengan mudah dapat kututupi bila keluar dari kamar mandi nanti. Bibirnya mulai menyusuri toketku dan kembali mengulum puting susuku yang sudah mulai menegang. Sementara tanganku masih saja mengocok penisnya. Kami terus mengerang.

Memang saat itu kami belum berani untuk melakukan oral seks, karena aku masih merasa jijik. Lagipula ini terasa spontan sekali. Aku terus mengocok-ngocok penisnya. Sesekali cowokku sengaja melepas penisnya dari tanganku dasn verusaha memasukkan ke dalam memekku yang becek. Tapi susah karena aku berdiri bersandar pada tembok.

Sumber