Cerita Dewasa Misteri Goa Gelap Ngampar -Rrrruuuuaaarrrrr biasa .. terus terang aku nggak nyangka kalau debut awalku menulis di cyber porn ( setelah aku disembuhkan oleh dukun sex Ki Alugoro dan Three In One, siapa takut ?) mendapat sambutan yang lumayan gegap gempita.

Walaupun ada beberapa comment yang kurang mengapresiasi tulisanku tersebut, tapi sekitar 90 % nya menyampaikan komentar yang positif. Boleh aja kan, namanya juga demokrasi. Tapi aku menyesal coy, bahwa aku belum bisa menerima ajakan copy darat, juga belum bisa buka bukaan tentang jati diriku disini. Habis tahu ndiri kan, didunia maya semacam ini kan ada saja saudara saudara kita yang suka usil. Bagaimana kalau jati diri aku disampaikan ke Big Boss dikantor tempat aku bekerja ? Kan bisa runyam, bisa mempengaruhi karier aku.

Ya, kan ? Tapi baiklah, untuk sekedar mengobati rasa penasaran kalian, aku beri sedikit curriculum vitae aku. Aku memang bekerja di suatu Bank yang berpusat di seputaran segitiga emas Jakarta. Sebelum ini, aku menjabat sebagai Head di Dept. Customer Care ( bukan Customer Service lho !). Tugas dept ini khususnya untuk melayani complain customer yang kurang puas dengan pelayanan maupun product corporate kami. Sebagai petugas di CC, tentu aja dipilih cewek cewek yang smart, ayu, enak dipandang, berpengetahuan luas, keep smile dan perfect dalam penampilan. Tidak direferensikan cewek yang berpenampilan terlalu sexy dan genit2 (ini kalau di dalam jam kerja lho !).

Sebab cewek semacam itu dikalangan Top Managemen perusahaan perusahan besar termasuk MNC (Multi National Corporation ) malah dipandang sebagai norak dan katrok. Tentu aja karena tugas tersebut termasuk berat, aku juga dididik mengenai Ideal Appearance (John Robert Power), Achievment Motivation Training, Effective Comunication (Price Waterhouse) dll. Nah, perkenalanku dengan Ajeng ( masih inget, kan ? Itu, temen aku yang bersetubuh secara three in one dengan Rado dan waktu itu masih cupu dalam blantika perselingkuhan), juga dimulai dari sini. Sebagai Prime Customer di Bank kami (saldonya di tabungan waktu itu sebesar 10 digit mid Tanya ndiri ama temen kamu yang karyawan bank, kira kira berapa itu) dia sering mengajukan complain terutama mengenai bunganya yang dipandang terlalu rendah (tentu aja, karena ditaruh di tabungan sih.) Karena anak buahku mulai kuwalahan menghadapi dia, maka akhirnya aku sendiri yang menemui. Aku anjurkan kalau ingin dananya cepat berkembang, dipindahkan aja ke money market / bursa saham.

Rupanya Ajeng tertarik akan anjuranku, sehingga nyaris seluruh dananya dipindahkan ke money market / bursa saham melalui Treasury Dept di Bank kami juga. Mungkin karena keberuntungan sedang menaungi Ajeng, maka dalam kurun waktu tidak sampai 1 bulan dananya melejit sampai sebesar 11 digit low. Cuma, karena terjadi gonjang ganjing di money market / bursa saham (kalau tidak salah inget, ini akibat George Bush ngotot mau nyerang Korea Utara, akibat masalah peluru kendali berhulu ledak nuklir itu ini kalau tidak salah inget lho.

Sumber