Cerita Dewasa Aku Sandi dan Mbak Sandra – Kisah ini terjadi pada tahun 2010 waktu itu aku masih duduk dibangku SMA, aku tinggal hanya berdua dengan tanteku namanya sebut saja tante dewi,tante bekerja di sebuah hotel dikupang .Pagi itu hari Minggu ketika tante menyuruhku untuk mengantarkan makanan ke tante Sandra di hotel..

“dany coba nanti jam 10 kamu antar rantang ini ke hotel berikan rantang ini kepada tante Sandra, dia nginap di kamar 9b ”
“ia tante” jawabku
“Kamu hari ini tidak pergi kan Ndi”? tanya tante lagi
“Tidak saya tidak kemana-mana tante” jawabku sambil menyambar handuk lalu aku keluar untuk mandi

Setelah mandi dan berganti pakaian aku langsung pergi ke hotel ,sesampinya di sana aku langsung saja masuk,aku sudah biasa keluar masuk hotel itu karena para pekerjanya sudah kenal.

Tok…tok…tok pintu kamar tante Sandra kuketuk, tante Sandra keluar dengan pakaian sexy,, menurutku tante Sandra masih muda usianya skitar 30 tahun cantik dan seksi,,teteknya besar dan terlihat kencang karena tante slalu berpakaian sexy memamerkan belahan teteknya yang berukuran besar itu.

“Sandi ya”?
“Iya tante” jawabku
“Mari masuk saja”

Aku lalu masuk kemudian menyerahkan rantang itu.

“Ini tante rantangnya” sambil menyerahkan rantang ke tante Sandra..aku sedikit gugup karena sebenarnya aku sedang bernapsu saat itu,
“jadi kamu Sandi “? kata Mbak Sandra
“benar Mbak..,
“Kalau Mbak siapa”? aku pura-pura tanya namanya padahal aku sudah tau namanya dari tanteku.
“Aku Sandra ,aku datang dari bandung ke sini mencari saudaraku dikota ini

Kami ngobrol cukup lama teryata Mbak Sandra orangnya asyik juga,ketika Mbak Sandra menyilangkan kaki kirinya pada kaki kanannya tak sengaja aku melihat pemandangan yang menggoda,aku melihat pahanya yang putih mulus itu,oh..aku semakin bernapsu kontolku tegang dan terlihat menyembul dicelanaku, mataku terus melirik kearah paha Mbak Sandra yang disilangkan itu,entah sengaja atau tidak tangan Mbak Sandra menggaruk- garuk pahanya aku melirik ke arah situ,Mbak Sandra tersenyum entah dia tau atau tidak kalau mataku melirk terus kearah pahanya.

Sumber