Cerita Sex Cie Denisa Instruktur Baletku - “Nikoo… jangan jauh jauh dari cie cie”, aku setengah berteriak mengingatkan Niko yang terus berlari ke arah lain dari tempat duduk kami di kereta api.

Aku terpaksa mengejarnya, kuatir kalau ada apa apa dengan sepupu kecilku itu. Keluargaku dan keluarga Suk Sing sudah terlelap ketika tadi Niko membangunkanku minta ditemani ke toilet.

Ketika selesai, aku masuk ke toilet sebentar untuk mencuci muka, dan waktu aku keluar, aku melihat Niko berlari ke arah gerbong yang salah dan begitu cepat menghilang dari pandanganku, memaksaku untuk berlari lebih cepat. Seorang pedagang asongan nyaris kutabrak ketika aku berlari memasuki gerbong kelas ekonomi, tempat yang sangat sangat asing bagiku.

“Non.. hati hati, kalo gue jatuh gimana?”, pedagang asongan itu mengingatkanku.
“Maaf pak, saya buru buru, mencari sepupu saya”, aku meminta maaf dengan sopan, lalu segera melanjutkan mencari Niko.

Beberapa gerbong kulalui, sampai akhirnya aku tertegun saat menemukan seorang wanita cantik yang ternyata adalah Cie Denisa!

Bukan karena menemukan Cie Denisa duduk di gerbong kelas ekonomi seperti ini yang membuatku tertegun, tapi pandangan Cie Denisa yang dingin menusuk terhadapku, murid kesayangannya di sekolah balet.

Cie Denisa benar benar terlihat lain, seolah ini adalah sisi lain dari dirinya yang biasanya lembut dan harusnya menyayangiku seperti adiknya sendiri.

“Cie... Cie Nisa juga ke Jakarta?” tanyaku berusaha memecah kekakuan yang tak wajar ini.

Tiba tiba aku merasa ada sebuah tangan yang menyusup dari bawah rokku dan meraba selangkanganku. Belum sempat aku menoleh untuk melihat siapa pelaku kekurang ajaran ini, kedua tanganku sudah terentang, kedua pergelangan tanganku yang mungil dicengkeram erat oleh dua orang penumpang yang sudah berdiri dari tempat duduknya.

Sumber