Cerita Seks Aku dan Mbak Reiva – Hari ini adalah hari yg melelahkan. Seperti biasa aku berjalan berpanas-panasan melelusuri jalan untung melamar pekerjaan. Satu demi satu kantor kusambangi untuk menitip lamaran, habis semua lamaran di tasku yang kira-kira berjumlah 10 buah. Sesampainya dirumah badanku rasanya remuk, hilang sudah niat ku tadi mau santai sambil online ditemani secangkir kopi.

Lelap sekali tidurku, aku ingat kemarin kira-kira jam 7 malam, dan sekarang sudah hampir jam 7 pagi saja. Kuseduh secangkir kopi sambil menikmati sejuk udara pagi Bogor di depan rumah ku. Banyak sekali anak-anak SMA berjalan melintas didepan kediaman ku. Tak sedikit dari mereka siswi wanita bertubuh molek dengan rok yang lumayan pendek.

Ah sial! Aku jadi ingat beberapa bulan yg lalu, dengan cuek ku sapa siswi SMA yg lewat depan rumah ku, dengan sedikit gaya sok cool aku pun mampu meyakinkan dia bolos sekolah dan kuajak main di rumah ku.

Waktu itu Ibu ku masih menjaga rumah makan nya, ayah ku bekeja, otomatis aku sendirian dirumah. Ya sudah barang tentu dengan rumah yg sepi seperti itu aku dan Resti (nama siswi tersebut) melakukan hal yg menyenangkan. Mulai dari bercinta di kamar mandi, di kamar ku, sampai di ruang tamu, ku buat Resti puas sampe ke ubun-ubun.

Hah, namun apa boleh buat, klo sekarang Ibu ku sudah memperkejakan orang dirumah makan nya. Rumah tidak pernah lagi kosong, kecuali kalo ibu pergi senam, itu pun paling hanya sebentar.

Cukup lama aku bermalas malasan diteras ini, setengah bungkus sudah habis kuhisap. Tiba-tiba saja terdengar dering suara handphone ku, aku pun langsung beranjak berlari, takutnya itu telpon panggilan pekerjaan. Kulihat nomor yg tidak ada dikontak,hmm.. sepertinya pertanda bagus.

“hallo, betul ini dengan bapak Ido?” terdengar suara wanita lembut menyakinkan bahwa pemilik nomor ini adalah memang aku.
“iya benar mbak, dengan siapa ya?”
“kami dari perusahaan A*****, benar bapak Ido kemarin mengirimkan lamaran kepada kami?”

Ah, benar saja kan, ini panggilan pekerjaan. Senang sekali rasanya hatiku.

“oh iya benar”
“oke pak Ido, kami mengharapkan kedatangan bapak besok untuk Interview di Sudirman, gedung A******* lantai 11 pukul 10 atas nama Ibu Reiva. Jika nanti ada yg mau ditanyakan silanhkan hubungi nomor ini dengan ektension 311 ya pak”

“oh, oke bu, terima kasih bu..”
“sama-sama pak,selamat pagi”

Ah senangnya, akhirnya dapat juga panggilan, terlebih dari perusahaan tersebut. Di perusahaan tersebut memang lagi membutuhkan karyawan yg akan di tempatkan di sebuah posisi yg masih kosong. Tanpa tes pula.

Singkat cerita keesokan harinya aku pun langsung berangkat ke Perusahaan tersebut. Tak lama menunggu di lobby, nama ku pun dipanggil untuk memulai Interview. Terlihat seorang wanita memakai kaca mata dengan rambut terurai, cantik juga, kulitnya putih. Sudah pasti Dia lah mbak Reiva yg akan meng-interview ku.

Sumber