Cerita Dewasa Yuni, Customerku – Saat ini aku hampir menjadi seorang insinyur elektro, sekarang sedang menunggu wisuda. Sambil menunggu wisuda, aku dan beberapa temanku membuka toko komputer. Kejadian ini terjadi pada bulan Agustus 2000.

Pagi itu sekitar jam 10 pagi, aku sedang membuat proposal penawaran untuk pemda Wonogiri. Sebuah mobil putih tiba-tiba masuk di halaman kantorku, seorang cewek WNI keturunan berumur sekitar 20 tahun, tinggi sekitar 165 cm mengenakan kaos ketat warna biru muda keluar dari dalam mobil.

“Selamat pagi Mas”, katanya.
“Pagi, silakan duduk.., Ada yang dapat saya bantu?”, sahutku sambil bersalaman dan menyiapkan sebuah kursi yang masih berada di pojok ruangan.

Terasa dingin dan sangat lembut ketika aku meremas tangannya.

Singkat cerita dia setuju membeli seperangkat komputer pentium II/550 multimedia dan sebuah bjc-2000 yang saat itu seharga 6,6 juta.

“Ini saya baru bawa lima juta, sisanya besok bisa Mas?”, tanya dia.
“Oh.., nggak apa-apa”, jawabku, sebenarnya dengan uang muka seratus ribu pun aku juga bersedia.
“Maaf, Mbak namanya siapa, ini untuk mengisi kwitansinya”, tanyaku.
“Yuni, lengkapnya Yuni xxx”, sahutnya. Dia juga memberikan alamat dan nomor HP-nya.

Saat itu juga setelah kuselesaikan pembuatan penawaran, aku langsung merakit komputer yang dia pesan. Dalam tiga jam aku selesai merakit plus menginstall program yang diperlukan. Satu jam kemudian setelah aku selesai makan siang yang sudah agak sore, aku iseng-iseng telepon Yuni.

“Mbak.. ini komputer yang Mbak pesan udah selesai, sewaktu-waktu dapat diambil”, kataku membuka pembicaraan.
“Aduh cepat sekali Mas, ini saya juga baru ngambil uang di bank, oh ya Mas.. sekalian modemnya ya.. nambah berapa?”, tanyanya.
“Kalau internal Motorola 140 ribu Mbak”, jawabku.
“Ya udah yang itu saja, tetapi tolong Mas yang pasangkan ke rumah saya, masalahnya saya nggak bisa masang sediri..”, pintanya.
“Ya.. kalo begitu nanti jam 7 malam saya akan datang ke rumah Mbak”, Sahutku.

Selesai mandi aku membayangkan wajah Yuni, mirip dengan salah satu bintang film mandarin tapi siapa aku tidak tahu namanya. Berwajah oval, rambut sebahu berhigh light merah, kulitnya yang putih bersih benar-benar sangat manis. Selesai berdandan dan sedikit minyak wangi, aku menyalakan Suzuki Carretaku dan meluncur ke perumahan Solo Baru, sebuah kompleks perumahan yang cukup elite di kota Solo.

Sumber