Cerita Panas Mbak Mimi Penuh Gairah – Terbangun dari tidur sore itu… tidak membuat Jaka menjadi bugar, seperti layaknya orang bangun tidur. Bayangkan… 2 malam begadang di puncak gunung merapi. Sebagai anggota pencinta alam, kampusnya ditugaskan untuk mencari beberapa anak pelajar SMK pendaki yang hilang di gunung merapi. Cuaca buruk begini nekat mendaki gunung, kutuknya dalam hati. Di dekapnya kedua kaki mengusir dingin di atas bangku teras depan kosnya, cuaca hujan rintik-rintik.

Memang cuaca di bulan Desember membuat segalanya menjadi basah, termasuk beberapa pojakg celana jeans belelnya yang kemungkinan hanya di bulan Desember ini bertemu dengan yang namanya air, 2 pojakg CD pun ikut basah akibat dicucinya tadi pagi. Benar-benar hari yang menyiksa bagi Jaka, sudah dingin cuaca… tanpa CD pula. Sepojakg kain sarung yang lumayan kering cukuplah menghangatkan tubuh cekingnya sore itu.

Tempat kost Jaka cukup strategis, walaupun bangunan peninggalan Belanda, tetapi letaknya terpisah dari perkampungan, karena dikelilingi oleh tembok tinggi. Ibarat memasuki sebuah benteng pada jaman dahulu, letak kamar kos-kosan disekeliling bangunan utama yang di jadikan sekolah negeri.

Suasana sekitar kos-kosan memang sedang sepi… penghuninya banyak yang pulang kampung, maklum liburan Desember. Sementara sebagian kamar dijadikan asrama sekolah yang juga kosong ditinggal penghuninya liburan, praktis Jaka merasa sebagai penjaga kosan, umpatnya dalam hati.

Sumber