Cerita Ngentot Ngesek ABG Perawan Mungil Kalimantan Yang Cantik – Seorang gadis manis wajahnya dengan mata bundar, tidak sipit seperti Sinsin, badannya kurus mungil sekitar 150 cm. Namun kulit lengan dan betisnya lebih putih dan mulus dibandingkan spg Garutku. Putih dadanya dengan payudara kecil tapi indah bentuknya. Hmmmm, kalau disantap seperti apa yah rasanya. Sejak itu mulai berubah pikiranku. Kalau lagi berjalan, nampak pantat mungil padat nan indah bentuknya.

Kalau badannya mungil, mestinya sempit juga lubang kenikmatanya, pikirku. Kalau sedang bercakap, bibirnya yang mungil enak untuk dipandang. Tak sabar aku buat mencolokkan toliku di situ. Semakin hari semakin mantablah cita2ku untuk menikmati tubuhnya. Kecil mungil dengan lubang yang sempit, sensainya tentunya berbeda dengan yang tinggi dan berisi, ha.ha.

Mulailah dengan pendekatanku. Sering aku belikan makan siang di kantor, berikut makan malam untuk dibawa pulang. Aku antar pulang kalau hari sudah gelap. Belum lagi kalau pulsanya habis,

“tinggal lapor aja ke om”, kataku.

Makin hari makin lancarlah ini busway. Kami biasa ngobrol santai dan agak mesra2 begitu. Kusentuh lengannya yang putih serta kupegang tangannya. Tidak mengelak, malah dibalas dengan pandangan mata yang mengundang. Yang namanya perempuan itu dimana2 sama, butuh perhatian. Terutama kalau jauh dari keluarga. O ya, sebenarnya dia sudah punya pacar, tapi katanya sedang studi di luar negeri. Baguslah, kesempatan emas buatku. Selama ini tentusaja masih sering aku tiduri spgku secara teratur. Namun makin hari makin tak sabar aku buat mencicipi si mungil ini.

Angan-anganku akhirnya tercapai Sabtu waktu itu. Seperti biasa kantor tutup, namun aku minta dia masuk agak siang untuk membereskan masalah inventori. Tentusaja ini hanya rekaan belaka. Badan segar selasai mandi, dia masuk ke ruang pribadiku mengenakan kaos krem tanpa lengan (setelah jaketnya dilepas) dengan rok setinggi lutut warna hitam. Senyumnya manis, ramping mungil tubuhnya dengan kulit yang supermulus dan putih. Kami berbincang mesra sambil duduk di atas sofa. Tak puas2nya kupandang tubuhnya bagaikan menelajangi saja. Tak kuduga dia meraih tanganku. Rupanya dia memahami apa yang selama ini aku inginkan.

Sumber