Cerita Seks Oucchhh Tante – Fan, kamu nanti antar Tante yah ?” Berkata Tante Mala padaku, terdengar kata-katanya begitu lembut namun tegas, mengagetkanku. Saat itu aku sedang menikmati kopi di beranda atas rumah, yang menghadap kolam renang. Pagi ini seperti biasa, bangun tidur, sebelum mandi, aku menghirup kopi, menikmati sinar matahari, menghirup asap rokok sambil melamunkan entah apa. Hari itu memang aku sedang mengambil dayoff dari kantorku, aku berencana mengambil libur beberapa hari, selain badanku agak letih setelah beberapa hari mengejar target setoran kerjaan, juga maksudku adalah untuk menenangkan pikiran, yah mengistirahatkan otakku lah, lumayan dari hari kamis sampai dengan minggu.

Semalam memang aku ngobrol dengan Tante Mala, dan aku bilang ke tante mala bahwa beberapa hari ini aku akan libur, namun aku tak menyangka bahwa Tante Mala akan memanfaatkan waktu liburku ini. Dari perkataan Tante Mala yang meminta aku mengantarnya seolah tak menginginkan adanya penolakan dariku.

“Nganter kemana Tan ? “ aku tak mengiyakan ataupun tak menolaknya, namun hal ini jelas memberikan asumsi kepada Tante Mala kalo aku tidak keberatan namun ada penekanan terhadap kejelasan dari permintaannya. Yang jelas aku kan males aja kalo seandainya disuruh nganter ke tempat arisan atau kumpulan ibu-ibu yang bikin aku bete.

“Kamu gak ada acara kemana-mana kan Fan ?” begitu kata Tante Mala lagi melihat keraguanku muncul, sambil tersenyum seolah membujuk aku agar tak menolaknya.
“Ini Fan, Tante ada urusan sedikit sama Ibu Sandra, kamu kenal kan ? Tante minta kamu antar dan ikut Tante… kami mau ada acara..ya nanti sore-sorean aja kali Fan, abis Tante malas kalo pergi sendirian…” begitu kata Tante Mala lagi.

Begitu mendengar nama Ibu Sandra, kontan pikiranku membayangkan sesosok tubuh. Seorang wanita setengah baya, mungkin seumuran dengan Tanteku ini kurang lebih 36an tahun. Aku memang mengetahui wanita yang dimaksud Tanteku ini, beberapa kali ia datang ke rumah ini, dan aku hanya sebatas kenal saja, beberapa kali bertegur sapa, berbasa-basi dan hanya sebatas itu, tidak lebih. Aku hanya mengiyakan saja permintaan Tante Mala, mengangguk dan menyetujui permintaannya, karen toh menolak pun percuma, lagian aku juga gak ngapa2in ini.

Sumber