Cerita Ngentot Suami Selipan – Aku menyanggupinya. Dan pada suatu hari aku ketemuan dengan wanita berusia 32 tahunan itu. Ia menyerahkan sebuah flashdisk, isinya semacam buku harian pribadinya. Ia memintaku agar mengedit catatan hariannya itu, karena kalimat-kalimatnya belum teratur rapi. Kusanggupi permintaannya, termasuk menyembunyikan identitas semua pelaku dan nama tempat di dalam kisah nyata ini agar tiada yang merasa dirugikan. Inilah hasilnya. Mohon maaf atas segala kekurangannya.

Perjalanan hidupku memang aneh. Kisah demi kisah yang terjadi dalam kehidupanku, sering membuatku bertanya-tanya,

“Kenapa aku harus mengalami semuanya ini?”

Dahulu, ketika rumah tanggaku dengan Mas Bimo sedang harmonis, aku merasa laksana wanita yang paling bahagia di dunia ini. Kedua anakku juga lahir dengan lancar, lalu aku ikut program KB. Karena aku dan Mas Bimo sudah mencapai target untuk memiliki anak 2 saja.

Soal kesetiaanku tak perlu diragukan. Meski aku punya wajah cantik, kulit yang putih bersih dan bentuk tubuh yang aduahai, aku tak pernah memanfaatkannya untuk menyeleweng.

Lalu tragedi itu terjadi. Mas Bimo sangat marah ketika mengetahui bahwa aku sering mengirim uang kepada orang tuaku, untuk membantu biaya kuliah adikku Rendi. Suamiku demikian marahnya, karena ia menganggap aku sudah sering selingkuh dalam hal duit. Aku berusaha menerangkan, bahwa aku merasa kasihan kepada adikku, kasihan juga kepada orang tuaku yang kelabakan mencari dana untuk biaya kuliah adikku itu. Tapi Mas Bimo malah semakin marah. Mencercaku sebagai istri yang tidak jujur dan sebagainya.

Lalu terjadilah tragedi itu. Mas Bimo menjatuhkan talak tiga padaku! Itu pertanda bahwa kesalahanku tak dapat diampuni lagi !

Sebagai seorang wanita, aku bisa berbuat apa? Talak tiga sudah dijatuhkan. Berarti tak mungkin aku bisa berkumpul dengan Mas Bimo lagi.

Sumber