Cerita Seks Kerokan Paling Mewah – Rupanya hidup bermewah-mewah bukan monopoli orang kaya saja. Meski Nurkhimah – Wagisan hanya guru madrasah, mereka menyempatkan diri “kerokan” dalam sebuah hotel di Kediri (Jatim). Tapi karena mereka bukan suami istri, kerokan paling mewah sepanjang sejarah Kediri ini jadi urusan polisi.

Ini memang kisah aneh, tapi sekaligus memalukan. Sebab baik Nurkhimah, 50, maupun Wagisan, 55, adalah seorang guru. Guru pun bukan sembarang guru, melainkan guru madrasah tsanawiyah di kota Nganjuk. Dengan predikat yang sarat bermuatan agama tersebut, mestinya tali moral dan iman mereka tak diragukan lagi. Tapi ternyata, godaan setan lebih kuat sehingga menggelincirkan mereka ke hubungan yang terlarang. Padahal, kenikmatan sesaat itu menyebabkan citra kedua guru ini jatuh di masyarakat.

Nurkhimah dan Wagisan memang teman sepekerjaan. Mereka juga sama-sama sudah punya keluarga masing-masing. Tapi bagi setan, menggarap mereka menjadi pasangan selingkuh bukan soal sulit. Apa lagi Wagisan ini termasuk lelaki yang kelewat normal, mudah tergiur konde bulat dan pantat besar. Sekali kena lirik Bu Nurkhimah, langsung klepeg-klepeg lali purwa duksina (lupa arah) dan keluarga. Ketika setan merekomendasikan mereka untuk bermesum ria, langsung saja meng-hooh-kan diri.

Dalam lingkungan sekolah mereka, Bu Guru ini memang nampak paling menonjol. Meski usia Nurkhimah sudah pas kepala lima, tapi bodinya masih sekel nan cemekel. Didukung oleh perwajahan dan penampilan yang cukup menakjubkan, banyak lelaki yang tertarik untuk menikmati wajahnya berlama-lama. Cuma kebanyakan dari rekan guru ini hanya sekadar mengagumi, bukan untuk menggumuli. Maklum, mereka selalu ingat akan batasan-batasan moral dan agama.

Untuk guru yang “kesedikitan” ini adalah Wagisan itu tadi. Dalam usia 11 pelita sekarang, dia masih suka mbagusi (sok ganteng) terhadap makhluk lawan jenisnya yang nampak mulus. Diam-diam dia menaksir berat Nurkhimah dengan target dikemah-kemah (disantap) sampai ke tulang-tulangnya. Apa lagi Wagisan menengarai, dari gerak-geriknya Bu Guru rekan sekerja ini siap “dikerjain” bila timing dan tempatnya memungkinkan. “Sekali-sekali diajak jalan-jalan kenapa….,” bujuk setan.

Sumber