Cerita Ngentot Dunia Pelacuran Hari belumlah larut, jarum jam belum menyentuh angka 9 malam, masih sore bagiku. Sesore ini rasa penat dan capek sudah kurasakan, hari ini sebenarnya cukup menyenangkan hingga kejadian barusan yang membuatku benar benar kehilangan semangat, ingin rasanya menghabiskan malam ini dengan menyendiri di rumah, nonton tv bersama teman teman, kegiatan yang sudah lama tidak kulakukan.

3 orang laki laki telah kulayani dalam melampiaskan hasrat seksualnya, pagi tadi kuserahkan tubuhku pada seorang laki laki yang kutaksir umurnya tak lebih dari 45 tahun di Hotel Sahid, padahal masih pagi sekitar jam 10 dan aku baru bangun. Tak ada hal yang istimewa padanya, seperti tamuku lainnya yang datang dan pergi. Kami bermain 2 babak untuk satu setengah jam.

Tamu kedua adalah orang Korea, yang menikmati hangatnya tubuhku saat jam istirahat kantor, biasa bobok bobok siang atau Sex After Lunch di Hotel Westin (sekarang JW Marriot). Kulayani dia hanya satu babak sepanjang hampir 45 menit nonstop, mungkin karena banyak makan ginseng dan ditunjang usia yang masih muda, belumlah 40 tahun menurut pengakuannya. Beruntung hanya satu babak karena dia ada meeting di kantornya jam 2 siang nanti.

Laki-laki ketiga yang menyetubuhiku adalah anak muda chinese langgananku, biasa kalau sudah langganan tentu lebih banyak ngomongnya,lebih santai, sehingga meskipun kuhabiskan lebih lebih 2 jam menemaninya namun aku hanya melayaninya cuma 2 kali. Itupun yang kedua hanya bertahan tak lebih 5 menit.

Yang membikin aku jengkel adalah tamuku yang keempat, yang membookingku setelah jam kerja kantor, jam 6 sore. Aku menemaninya di Palm Inn, hotel short time yang terletak di daerah Mayjend Sungkono, tempat itu sangatlah familiar bagiku. Entah sudah berapa puluh kali tubuhku dinikmati bermacam laki-laki di tempat itu. Aku yakin semua kamar sudah pernah kupakai.

Sumber