Perhelatan Ballon D’Or sudah lama berlalu dan Cristiano Ronaldo menjadi pemenangnya kala itu mengungguli kandidat teratas lainnya, Lionel Messi dan Franck Ribery. Setelahnya, Ribery bak kehilangan arah dan bermain inkosisten, alhasil eks penjaga gawang Bayern, Oliver Kahn memberi saran kepadanya.

“Waktu telah berjalan jauh sejak Ballon d’Or. Tentu saja sulit diterima untuk pemain sensitif sepertinya (Ribery), tak memenangkan Ballon d’Or setelah memenangkan treble, namun Anda harus dapat move on setelahnya. Maksud saya, Ballon d’Or itu hanya hal yang bersifat individu. Dan itu tidak seharusnya hanya mengenai individu Franck Ribery, namun itu seharusnya mengenai Bayern Munich dan apa yang dapat diraih klub,” terang Kahn, kepada Bild, Jumat (24/4/2014).

“Mereka (Bayern) dapat meraih sesuatu yang tak pernah dilakukan sebelumnya: yakni sukses mempertahankan treble. Anda harus mengutamakan kepentingan tim diatas permasalahan pribadi, namun hal tersebut tak mudah untuk Ribery,” lanjutnya.

Ribery memang, setelah gagal meraih Ballon d’Or tersebut, seperti tak dapat menemukan bentuk permainan terbaiknya kembali. Bahkan dalam pertandingan semifinal Liga Champions kemarin melawan Real Madrid, Ribery seperti tidak bersemangat yang membuatnya digantikan Mario Gotze di menit 72.

Alhasil, Kahn juga menyerukan kepada rekan-rekan Ribery di Bayern Munich untuk banyak berkomunikasi dan memberikannya perhatian agar Ribery kembali dapat menjadi pemain yang menentukan untuk tim.

“Atmosfer sangat penting untuknya. Anda harus berkomunikasi banyak dengan Ribery dan memberikannya banyak perhatian. Selalu sulit mengatakan apa yang terjadi dalam diri Ribery, namun ia salah seorang yang dapat menjadi pembeda,” imbuh Kahn.