Pasca meraih treble winner tahun lalu, Bayer Munich tak mampu mengulanginya kembali musim ini dan hanya meraih double winner atas pencapaian tim meraih gelar Bundesliga dan DFB Pokal. Meski begitu, pencapaian Josep ‘Pep’ Guardiola patut diapresiasi.

Ya, menggantikan Jupp Heynckes, eks pelatih Barcelona itu berhasil menghadirkan warna baru dengan permainan tim. Tak lagi mengandalkan sepakbola efektif, Bayern disulapnya menjadi sebuah klub yang memeragakan kombinasi menyerang ala tiki-taka Spanyol dengan bola-bola pendek.

Perubahan inilah yang dilihat presiden Die Roten, Karl-Heinz Rummenigge sebagai hal yang sangat luar biasa. Apalagi, tidak mudah mempertahankan prestasi dengan pelatih baru seperti yang diperlihatkan David Moyes kepada Manchester United. Rummenigge pun bersyukur, Guardiola melatih Bayern.

“Pep menunjukkan kualitas yang sama seperti yang ia lakukan di Barcelona. Ia pelatih hebat dengan filosofi yang jelas dan juga rencana jelas. Kami sangat bahagia dengannya. Kami harus berterima kasih kepada Tuhan yang telah mengirimkan Pep Guardiola ke Munich,” ujar Rummenigge, seperti dilansir Soccerway, Rabu (28/5/2014).

Rummenigge pun ikut menyoroti perubahan formasi dan peran skipper tim, Lahm yang kini juga dapat bermain sebagai gelandang bertahan yang berfungsi sebagai sentral serangan, sekaligus membantu tim saat bertahan.

Pep menyingkirkan formasi dua gelandang bertahan, dan menempatkan Lahm di satu posisi sentral. Tim bermain lebih menyerang dan melakukan pressing tinggi lebih dari musim lalu. Keputusan menempatkan posisi Lahm di tengah, sangat luar biasa. Kami tanpa diragukan lagi memiliki bek kanan dunia terbaik dan memindahkannya sebagai gelandang bertahan telah meningkatkan kualitas tim,” terangnya.

“Para pemain sepertin Lahm, Arjen Robben dan manuel Neuer berulang kali memberitahu saya betapa mereka menikmati rezim baru. Kami juga memainkan kualitas sepakbola yang berbeda musim ini,” lanjutnya.