Terasa jelas perbedaan rezim Jupp Heynckes dan Josep “Pep” Guardiola buat Xherdan Shaqiri. Titik masalahnya tentu ada pada kepercayaan. Di era Heynckes, Shaqiri lebih sering dipercaya turun bermain, kondisi yang ditemukannya berbeda usai Bayern Munich dipegang Pep.

Contohnya saat Bayern masih di bawah asuhan Heynckes, Shaqiri diberi kesempatan mentas tujuh kali di Liga Champions dan 26 penampilan di Bundesliga, meski sempat diselingi cedera.


Xherdan Shaqiri (Foto: Arnd Wiegmann/REUTERS)

Statistik itu cenderung menurun musim lalu bersama Pep. Shaqiri hanya tiga kali tampil di Liga Champions dan 17 kali di Bundesliga. Belum lagi soal komunikasi. Heynckes lebih terbuka sebagai lawan bicara ketimbang Pep.

“Saya merasa lebih dipercaya di bawah Heynckes, mungkin karena Guardiola tak sering bicara pada para pemain,” tutur Shaqiri yang nampak rindu dengan era Heynckes.

“Musim sebelumnya, saya sedikit tidak beruntung karena beberapa kali cedera otot. Tapi saya senang karena bisa tampil lebih sering. Walau sekarang saya lebih berkembang jadi pemain yang lebih baik, saya tetap kecewa karena tak bisa sering bermain,” imbuhnya di sela persiapan tim nasional Swiss.

Bukannya ingin menuntut lebih, Shaqiri hanya berharap bisa diberi kesempatan membuktikan dirinya lebih sering. Yang pasti, Shaqiri tak ingin jadi langganan bench,: “Sudah jelas bahwa saya tak ingin terus begini,” keluh Shaqiri seperti dikutip ESPN, Kamis (29/5/2014).

“Saya akan mengubah semuanya. Saya masih muda dan butuh terus berkembang. Saya juga ingin tampil di laga-laga besar dan tak hanya di Bundesliga, apalagi ketika musim sudah diputuskan (juaranya). Saya tak ingin mengalami tahun seperti itu lagi,” tegasnya.

Situasi sulit Shaqiri saat ini pun mencuatkan spekulasi kepindahan dirinya. Borussia Mönchengladbach disebut meminati servisnya. Tapi gelandang berpaspor Swiss itu nampak tak tertarik. Shaqiri sepertinya lebih memilih melanjutkan karier di Liga Inggris, andai memang harus angkat kaki dari Allianz Arena.

“Kita lihat saja apa yang akan terjadi, tapi intinya saya ingin menghabiskan kontrak saya. Tapi saat saya harus pindah, kemungkinan besar tidak di Bundesliga, melainkan di luar Jerman. Namun klub itu harus punya daya saing berebut gelar,” tutup Shaqiri.