DORTMUND – Menjalani laga pertama setelah rehat panjang pasca usainya musim sepakbola, tak pernah mudah dilakoni klub-klub besar Eropa. Hal ini dirasakan langsung pelatih Borussia Dortmund, Jurgen Klopp yang menganggap kemenangan 4-3 timnya dalam laga persahabatan melawan Heidenheim bak penyiksaan.

Klopp menilai lawannya dalam kondisi siap tempur, sementara timnya belum sepenuhnya dalam kondisi bugar. Meski daya serang Die Borussen dipuji Klopp, namun Dortmund kerap kali melakukan kesalahan-kesalahan yang membuat gawangnya dibobol tiga kali oleh klub penghuni Bundesliga 2 itu.

“Jika dibandingkan penampilan hari ini ketimbang yang lainnya, hari ini benar-benar penyiksaan, namun itu bagus agar semua kembali ke bentuk permainan terbaiknya. Kami menciptakan gol-gol hebat, namun juga berbuat kesalahan yang konyol,” kata Klopp dikutip dari Ruhr Nachtrichten, Minggu (20/7/2014).

“Pertandingan tadi menjadi catatan kami (Dortmund), meskipun Heidenheim memulai musim setelah libur dua minggu sementara kami tak bermain selama lima minggu,” lanjutnya.

Dalam pertandingan yang diadakan di Voith Arena, kandang Heidenheim itu. Bek Dortmund, Neven Subotic bermain untuk kali pertamanya, setelah mengalami cedera yang membuatnya absen selama delapan bulan, menggantikan Evan Owusu Nyarko di menit 74.

“Saya tahu momen seperti ini akan datang. Ini rasanya seperti anak kecil belajar untuk mengendarai sepeda untuk kedua kalinya. Bermain seperempat jam seperti dua menit, namun itu pantas saya dapatkan. Berlatih tak dapat menggantikan situasi saat bertanding,” tambah Subotic.

Dalam laga tersebut, empat gol Dortmund dicetak oleh Pierre Erick Aubameyang, dua gol Henrikh Mkhitaryan, dan Joseph Claude Gyau. Sementara tiga gol Heidenheim dicetak oleh Patrick Mayer, Robert Leipertz, dan Florian Niederlechner.

Sumber