MUNICH – Sebagai pencipta permainan cepat satu dua yang biasa disebut tiki-taka, Pep Guardiola justru terang-terangan membenci pola bermain seperti itu. Hal tersebut tertuang dalam buku biografi terbarunya yang berjudul Pep Confidential.

Saat masih membesut Barcelona, Guardiola disanjung setinggi langit karena mampu menciptakan terobosan baru yang atraktif, cepat, dan mengandalkan kerja sama tim. Blaugrana pun dibawanya menyabet banyak gelar.

Total, sebanyak 14 trofi berhasil digondol Barcelona saat masih diasuh Guardiola yang tampil dengan permainan tiki-taka. Namun, hal yang mengejutkan tertuang dalam buku terbaru Guardiola. Ya, ia justru menuliskan hal bernada negatif tentang gaya permainan yang diciptakannya itu.

“Saya muak dengan semua permainan passing itu, semua tentang tiki-taka. Terlalu banyak sampah dan tidak memiliki tujuan. Anda harus membuat passing dengan tujuan yang jelas, dan bertujuan untuk mencetak gol ke gawang lawan,” tulis Guardiola dalam biografinya itu, seperti dilansir Football-Espana, Kamis (16/10/2014).

Hijrah ke Bayern Munich pada awal musim lalu, tak serta-merta mengubah filosofi Guardiola. Meskipun memiliki materi serta tipe pemain yang berbeda, Die Roten pun tetap disulap pria berkepala plontos itu dengan “rasa Barcelona”.

“Jadi diri sendiri! Anda harus menggali DNA yang Anda punya. Saya benci tiki-taka, yang berarti melakukan passing tanpa tujuan yang jelas. Itu tidak ada gunanya,” tegasnya tentang gaya permainan Bayern.

“Jangan percaya apa yang dikatakan orang. Barca tidak melakukan tiki-taka! Itu hanya dibuat-buat media, jangan percaya setiap kata-katanya!” tutup pelatih berusia 43 tahun itu.

Sumber