Cedera lutut yang dialami pemain Bayern Munich, Thiago Alcantara, tampaknya akan memakan waktu lebih lama lagi. Sang pelatih Pep Guardiola pun mengaku bahwa dia dan pihak klub telah melakukan kesalahan dalam penanganan cedera pemain berusia 23 tahun tersebut.

Thiago yang diboyong Munich dari Barcelona, pada bursa transfer musim panas tahun lalu itu mengawali debutnya di kompetisi Bundesliga dengan penampilan apik. Akan tetapi, masa-masa indah tersebut tidak berlangsung lama, pasalnya mantan pemain tim nasional Spanyol U-21 tersebut harus mengakhiri musim lebih awal karena mengalami cedera lutut yang cukup parah.

Dibalik cedera panjang yang dialami Thiago ternyata terdapat peran dari pelatihnya, Guardiola dan staf medis klub berjuluk FC Hollywood itu. Bahkan Guardiola menyatakan bahwa dirinya melakukan kesalahan terbesar atas cedera yang dialami anak asuhnya tersebut.

Guardiola mengaku telah memerintahkan staf medis untuk memberikan suntikan injeksi terhadap lutut kanan Thiago yang mengalami cedera. Namun, hal itu justru semakin memperparah kondisi cedera pemain jebolan La Masia tersebut.

“Itu (memberikan suntikan injeksi) adalah kesalahan terbesar yang saya lakukan. Saya telah meminta maaf kepadanya, dan Thiago sendiri juga telah memaafkan saya. Kini dirinya harus kembali berjuang untuk sembuh agar mampu kembali merumput bersama kami,” ucap Guardiola, seperti dilansir Sportal, Sabtu (18/10/2014).

“Saya sangat merasa bersedih dengan apa yang ia alami. Dia membutuhkan sedikit waktu sendiri dan juga bersama keluarganya,” sambung mantan pelatih Barcelona tersebut.

“Akan tetapi, saya merasa sangat yakin bahwa Thiago merupakan pribadi yang kuat. Dan saya juga sangat yakin cedera itu tidak akan mengalahkan keinginannya untuk terus berkarier di sepakbola,” tuntasnya.




SUMBER