Presiden Inter Milan, Erick Thohir mengakui bahwa Massimo Moratti masih turut andil dalam perencanaan klub. Thohir menyatakan dirinya masih dalam masa transisi di mana masih butuh “tangan-tangan” Moratti yang dinilai lebih berpengalaman dibanding dirinya.

“Ini adalah fase pengembangan yang bisa memakan tiga bulan yang lain. Di mana kami harus memahami konsep dalam bisnis ini,” ujar Thohir, seperti dilansir Football-Italia, Minggu (27/04/2014).

Seperti diketahui, Massimo Moratti sudah menjadi presiden Inter sejak 18 tahun silam dan memutuskan untuk menanggalkan jabatannya ke tangan pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir pada November tahun lalu. Namun, Moratti sekarang masih menjabat sebagai presiden kehormatan untuk Inter.

Di bawah kepemimpinan Moratti, Inter berhasil mrengkuh sederet gelar, yakni: satu Piala UEFA (1998), lima Scudetto Serie A (2006, 2007, 2008, 2009, 2010), empat Coppa Italia (2005, 2006, 2010, 2011), empat Supercoppa Italiana (2005, 2006, 2008, 2010), satu Liga Champions (2010) dan satu FIFA Club World Cup (2010).

Oleh karena itu, Thohir percaya dengan sejumlah prestasi dan pengalaman Moratti mengelola sebuah klub, terutama Inter. Moratti masih dilibatkan dalam perencanaan Inter.

“Massimo Moratti dan saya akan mengevaluasi rencana baru, yang mana akan bagus untuk Inter dan juga fans. Saya ingin mencontoh model yang saya lihat di Real Madrid, yang juga kami lihat beberapa hari yang lalu. Kami harus bersaing dengan klub-klub besar ini di semua level,” jelas pria kelahiran Jakarta 43 tahun silam itu.