Tua-tua keladi, makin tua makin jadi, ya, mungkin ungkapan kata tersebut pantas disematkan pada sosok bomber Hellas Verona, Luca Toni. Di usianya yang telah berkepala tiga, dan akan memasuki usia 37 tahun, Toni tidak memikirkan pensiun, melainkan sepatu emas Serie A.

Sepatu emas yang diperuntukkan untuk pencetak gol terbanyak liga ini, menjadi target yang ingin dicapai Toni, setelah ia mencetak gol melawan Catania dan membuat catatan golnya di Serie A menjadi 19 gol dan berselisih dua gol dengan ujung tombak Torino, Ciro Immobile yang ada di peringkat pertama.

Impian pun tak hanya sebatas mengincar capocannoniere (sepatu emas), Toni yang sudah melanglang buana ke banyak klub ini, juga ingin mencatatkan hattrick pertamanya musim ini. Ia juga mengingatkan perjuangan timnya dalam merebut satu tiket ke Eropa musim depan.

“Saya tidak percaya dapat memenangkan capocannoniere musim ini, namun sekarang saya sedang menuju 20 gol dengan Immobile dan itu akan menjadi sesuatu yang luar biasa hebat, mengingat umur saya (tak lagi muda). Saya seorang penyerang yang hanya peduli mengenai gol, namun itu semua telah usai sekarang dan saya fokus pada pertandingan selanjutnya,” Kata Toni kepada Sky Sport Italia, Senin (28/4/2014).

“Verona tak pernah menyerah dalam perburuan satu tiket Eropa, dan kami memiliki tiga pertandingan sulit ke depannya. Kami akan sangat bersemangat dan tahu dapat membuat sejarah. Kami akan lihat lagi nanti, dimana posisi kami dalam tiga minggu,” tambahnya.

Namun ketika ditanyakan soal peluangnya membela Italia di Piala Dunia nanti, Toni yang pernah meraih capocannoniere tahun 2006 ini bersama Fiorentina, tak mau membahas lebih lanjut. Baginya keputusan Allenatore Timnas Italia, Cesare Prandelli cukup menggambarkan situasi dirinya di skuad Gli Azzuri.

“Saya tak perlu memberikan pesan kepada Cesare Prandelli. Ia mengumumkan skuad yang dimilikinya tanpa saya ataupun Francesco Totti, jadi semuanya hanya perlu menerima dan berhenti membicarakannya,” pungkas Toni.