Pelatih Juventus, Antonio Conte mengatakan bahwa pelatih AS Roma, Rudi Garcia mengalami kemunduran atas sikapnya yang mulai memprovokasi Nyonya Tua yang mulai gugup dalam perburuan gelar Scudetto musim ini.

Ya, pernyataan Garcia ini terlontar setelah timnya terpaut delapan poin, setelah Bianconeri meraih kemenangan atas Sassuolo 3-1 pada laga Selasa dini hari tadi. Hasil ini semakin menguatkan Nyonya Tua untuk meraih gelar juara musim ini, jika I Giallorossi kalah saat melawan Catania di laga akhir pekan nanti.

“Apa yang dilakukan Juventus hampir tercapai. Jika kami menang di Liga Eropa, hal itu akan menjadi hal yang berharga. Jika kami kalah, orang akan menilai Juve tidak siap di Eropa. Jika kami mencapai sesuatu orang, orang hanya menganggap itu hal yang normal,” terang Conte, seperti dilansir Goal, Selasa (29/4/2014).

“Saya pikir orang-orang yang di belakang yang akan marah, bukan kami. Mereka harus berhati-hati dengan yang mereka katakan, karena Roma dan Garcia malah melakukan kemunduran dengan menambah kecurigaan atas pembicaraan ‘bantuan’ dan kami sebagai lawan tidak memberikan bantuan padanya, jika ini menjadi budaya sepakbola, maka ini suatu kemunduran,” tambahnya.

Selain itu, Conte juga menyatakan bahwa, Garcia patut iri pada timnya lantaran Juventus berhasil meraih poin penuh walaupun mereka juga harus berlaga di semifinal Liga Eropa. Komentar yang dikeluarkan Garcia yang menyatakan timnya berada di Statosfer (lapisan kedua dari atmosfer, posisi paling tinggi), hal itu menurut Conte terlalu berlebihan karena, yang berada di puncak dengan poin penuh adalah Nyonya Tua bukan AS Roma.

“Saya dengan Roma melakukan sesuatu seperti Statosfer (lapisan kedua dari atmosfer bumi). Saya lihat kami delapan poin di atas Roma dan bermain di semifinal Liga Eropa. Jika Roma Statosfer saya tidak memiliki padanan kata untuk menjelaskan keberadaan Juventus,” terangnya.

sumber