Belum lagi memastikan diri berlaga di Europa League musim depan, saat ini Milan sudah menghadapi dilema menyangkut dua pemain pinjamannya, Adil Rami dan Adel Taarabt. Keduanya ingin dipermanenkan tetapi masih ada hal yang mengganjal.

Seperti yang diketahui, Rami dan Taarabt didatangkan pihak manajemen Rossoneri pada bursa transfer musim Dingin. Masing-masing keduanya telah merumput berseragam merah hitam sebanyak 16 dan 12 kali.

Penampilan Rami yang mampu memberikan rasa aman di barisan belakang il Diavolo Rosso, dan kemampuan serta pergerakan eksplosif di depan yang diperlihatkan Taarabt membuat sang CEO Adriano Galliani ngebet ingin mempermanenkan status mereka di klub kota fesyen Italia itu.

Namun, untuk merealisasikan hal tersebut tidak semudah membalikan kedua telapak tangan. Seperti yang sudah biasa dilakukan Milan, klub kepunyaan raja media Italia, Silvio Berlusconi ini tidak lagi dapat mengeluarkan uang jor-jor seperti di awal tahun 90' dan 2000. disaat mereka mengeluarkan uang secara besar-besaran guna membeli pemain idaman mereka.

Kini mereka hanya bisa mencari pemain bagus dengan stutus pinjaman dengan opsi pembelian di akhir musim, juga memamfaatkan nama besar Milan sendiri.

Tim yang berpusat di Milanello ini harus menggelontorkan dana sebesar 14 juta Euro jika ingin mempermanenkan duo pemain pinjaman tadi. Sayangnya, Milan tidak memiliki dana yang cukup untuk menutupi operasi transfer ini, seperti diberitakan Tribalfootball, Senin (5/5/2014).

Jika dipaksa untuk memilih salah satu antara Rami atau Taarabt, nama terakhir mungkin akan menjadi prioritas pihak Rossoneri. Namun, jika melihat skuad Milan yang sangat gemuk musim ini mungkin opsi menjual pemain lain bisa diambil para petinggi Milan.

Nama-nama seperti Stephan El Sharaawy dan Mattia De Sciglio sering dikait-kaitkan dengan klub-klub besar Eropa, belum lagi Nigel De Jong yang sempat di dekati Liverpool sebagai pelapis Gerrad.

Jika Galliani memutuskan untuk menjual salah satu dari mereka maka uang 14 juta Euro bukanlah hal yang sulit dicari. Tapi jika mengambil keputusan tersebut berarti Milan mengingkari project youth milik mereka sendiri dan menjual unsur penting dalam permainan mereka. Dilema bukan?

sumber