Gol dari De Jong di babak kedua terbukti cukup untuk Milan memenangkan Derby kontra Inter. AC Milan mengalahkan rival sekota mereka Inter Milan dalam derby ketat di San Siro, Senin (5/5). Sebuah gol di babak kedua dari Nigel de Jong terbukti cukup bagi Rossoneri untuk meraih kemenangan dalam pertandingan yang menghasilkan sedikit peluang untuk mencetak gol.

Inilah Derby della Madonnina. Di periode pembuka terjadi perselisihan, namun jarang ada peluang yang mengancam, di mana kiper tidak tidak memiliki banyak hal yang harus dilakukan. Tapi beberapa saat berlalu, Milan mulai terlihat mendapatkan kepercayaan diri, mampu mengendalikan permainan di lini tengah, sementara Inter masih berusaha mencari ritme permainan mereka. Peluang terbaik tuan rumah didapat setelah 25 menit saat Adel Taarabt bekerja sama dengan Mattia De Sciglio, meskipun usahanya masih belum menemukan hasil.

Taarabt dan Kaka sering memberikan sedikit ancaman, dan di menit-menit akhir mereka hampir memberikan hasil dari kualitas individu mereka. Sayangnya, tembakan dari tepi area penalti masih gagal menjebol gawang Samir Hadanovic. Dua pemain ini saling bekerja sama untuk menciptakan kesempatan lain di penghujung babak pertama, namun semuanya berakhir dengan kegagalan.

Kontrol Milan tampak menghilang pada saat babak kedua. Namun, Rossoneri masih memberikan ancaman melalui set piece, dengan Philippe Mexes memberikan ‘tembakan peringatan’ dengan sundulan kuat melalui sepak pojok Kaka saat laga berjalan satu jam. Inter tak mengindahkan peringatan tersebut dan pada akhirnya mereka kebobolan melalui tendangan bebas lima menit kemudian. De Jong melompat untuk menerima bola dari Mario Balotelli dan membuatnya melewati Hadanovic.

Milan pikir mereka akan menggandakan keunggulan hanya beberapa menit kemudian, namun bendera offside lebih dulu diangkat saat Giampaolo Pazzini mendorong bola ke gawang Inter. Namun, itu bukan masalah, karena Rossoneri berhasil mencuri tiga poin bisa penting dalam perebutan tempat di Liga Europa.

sumber