Selaiknya sebuah klub yang meraih sukses beruntun bersama pelatih yang sama, terus melanjutkan kerjasama guna meraih kesuksesan di masa yang akan datang. Namun hal tersebut ternyata tidak menjamin Allenatore Juventus, Antonio Conte untuk tetap bertahan di klub.

Meski nasib Conte masih putih abu-abu di skuad berjuluk La Vecchia Signora tersebut, namun bukan berarti ia menyatakan pergi untuk hengkang melatih klub lain. Conte hanya ingin membincangkan seputar masa depannya setelah situasi menjadi kondusif.

“Kami selalu katakan, bersamaan dengan klub bahwa kami akan berbicara ketika situasi mulai kondusif dan menganalisa segala aspek. Tahun ini benar-benar menjadi tahun yang sangat menegangkan, jadi saya berterima kasih kepada para pemain untuk usaha luar biasa mereka dan scudetto ini membuktikan profesionalisme mereka,” terang Conte, seperti dinukil Football Italia, Selasa (6/5/2014).

Eks pemain Juventus medio 1991-2004 ini pun menyebut kemenangan scudetto kali ini sebagai kemenangan bersejarah, terlebih diraih tiga kali beruntun sejak Conte membesut Gianluigi Buffon dkk dari tahun 2011.

“Saya akan menyebut ini sebagai scudetto bersejarah. Ini adalah kata yang paling tepat untuk apa yang telah Juventus lakukan selama tiga tahun terakhir, setelah sebelumnya hanya finis di peringkat tujuh dua musim beruntun. Saya ragu Juventus dapat melakukan yang lebih baik dari tiga tahun terakhir ini,” lanjut Conte.