Juventus dirundung sedikit dilema mengenai masa depan Paul Pogba. Di sisi lain, Juve butuh kualitasnya. Tapi di lain pihak, centrocampista muda itu bisa jadi komoditi bernilai besar di pasar transfer, mengingat banyak yang meminatinya.

Sepanjang musim ini, pemain yang pernah “dibuang” Manchester United itu punya performa yang mengundang ketertarikan banyak klub kaya. Diketahui, Paris Saint-Germain, Chelsea dan Real Madrid kepincut akan servisnya.

Eks-attaccante Juve, Gianluca Vialli menekankan perlunya manajemen Bianconeri segera menentukan masa depan Pogba, antara dilego atau dipertahankan. Namun pastinya, Juve juga mesti mempertimbangkan suara hati Pogba terlebih dulu.

“Pertanyaan pertama yang ingin saya sampaikan adalah, apakah dia ingin bertahan atau tidak? Jawaban darinya akan esensial untuk persoalan ini,” ujar Vialli kepada TuttoSport, Kamis (8/5/2014).

Bila Pogba menyatakan ingin bertahan, tentu klub berjuluk Nyonya Tua itu harus bisa tahan godaan tawaran besar jelang dibukanya jendela transfer musim panas. Apalagi buat Vialli pribadi, Juve dikatakan masih butuh Pogba jika ingin berbicara lebih banyak di pentas Liga Champions musim depan.

“Jika Pogba mengatakan bahwa mimpinya adalah memenangkan Liga Champions bersama Juve, maka saya akan berpikir dua kali untuk menjualnya. Karena pemain seperti dia, dibalik nilai teknisnya, akan membawa sesuatu yang ekstra spesial untuk tim,” imbuhnya.

“Anda pasti menginginkan pemain macam ini di tim Anda, jika Anda berpikir bisa terus berkembang di Eropa. Kemudian Anda juga harus merelakan banyak uang (dari tawaran besar), karena pemain dengan tipe sepertinya tak ternilai harganya,” sambung Vialli lagi.

Namun jika Pogba ingin memperkaya kariernya di klub lain, tentu Juve juga harus mempertimbangkannya. Terlebih saat ini, nilai jual Pogba tengah meroket dan bisa jadi, mengulang mega transfer seperti yang pernah mereka lakukan pada Zinedine Zidane.

“Namun jika Pogba ragu akan masa depannya di Juve dan mungkin ambisinya ada di luar Turon, maka Juve harus memikirkannya. Mereka juga harus memahami bahwa ada kesempatan memaksimalkan situasi dari pemain fantastis yang diinginkan semua tim,” tuturnya.

“Muncul situasi yang serupa dari penjualan Zinedine Zidane, di mana transfernya mendatangkan cukup banyak yang untuk mereka habiskan pada transfer besar lainnya,” tuntas Vialli.