Ulah fans Napoli di final Coppa Italia berbuntut panjang. Pada awal pertandingan Serie A musim depan, para fans Napoli dilarang untuk masuk ke dalam stadion karena tingkah laku mereka selama pertandingan final itu.

Diketahui, ada tiga fans Partonepei yang ditembak sebelum melawan Fiorentina di Stadio Olimpico, Roma. Media setempat melaporkan salah satu fans meninggal di Rumah Sakit setempat. Imbasnya, fans ultras Napoli sempat meminta pertandingan itu ditunda.

Federasi Sepakbola Italia (FIGC) tetap melangsungkan pertandingan itu, meski telat 45 menit dari jadwal awal. Karena kerusuhan yang dilakukan fans Napoli, kapten tim, Marek Hamsik, sempat keluar dari ruang ganti untuk bebicara dengan fans, yang melemparkan flare ke petugas pemadam kebakaran, stewards dan pihak keamanan.

Hasilnya, Komisi Disiplin Sepakbola Italia memberikan hukuman kepada Napoli. Skuad besutan Rafael Benitez itu dihukum dua laga tanpa penonton di dua laga Serie A. Selain itu, Hamsik dkk juga didenda sebesar 60 ribu euro.

“Para fans Napoli memang berniat untuk menyerang ke dalam lapangan, kapten tim memang berusaha untuk menemui pimpinan fans,” demikian kata juri persidangan olahraga, Gianpaolo Tosel, dilansir dari Goal.

“Di titik ini, kapten Marek Hamsik berbicara sebagai pribadi, menempatkan dirinya di depan Curva Nord. Pada akhir pembicaraan, akhirnya fans membolehkan pertandingan dengan laga ditunda 45 menit,” lanjutnya.

Namun, Napoli belum mengajukan banding untuk hukuman itu. “Mengenai pertandingan Sabtu, 3 Mei di Olimpico antara Napoli dan Fiorentina untuk final Coppa Italia, pengadilan olahraga telah memberikan penalti kepada SSC Napoli, dua pertandingan tanpa penonton dan denda 60,000 euro. SSC Napoli akan mempertimbangkan setiap bentuk pembelaan,” demikian pernyataan Napoli.

Beruntung, Partonepei dapat memenangkan trofi di musim ini setelah menumbangkan Fiorentina. Gol untuk tim asuhan Benitez ini dihasilkan oleh Lorenzo Insigne (2) dan Dries Martens.