Idola Inter Milan, Javier Zanetti resmi mengakhiri masa baktinya yang telah berlangsung selama 19 musim. Usai laga kontra Lazio, pemain berjuluk Pupi itu menyampaikan salam perpisahan kepada para tifosi Inter.

Suasana Giuseppe Meazza berubah menjadi sendu. Para suporter yang hadir tak kuasa menitikkan air mata, begitu pun dengan Zanetti dan rekan setimnya. Banyak pula spanduk dan slogan dengan bahasa Italia yang mungkin bermakna terima kasih. Maklum saja, Zanetti merupakan salah satu punggawa Nerazzurri yang terbilang paling setia.

Sang pemain yang kini telah berusia 40 tahun itu mengungkapkan bahwa ia takkan melupakan malam indah di Giuseppe Meazza. Di mana puluhan ribu tifosi menangis mengiringi langkah Zanetti yang musim depan takkan lagi berada di atas lapangan.

“Saya menangis dalam sukacita, emosi, dan kasih sayang dari para fans. Malam ini takkan terlupakan!” tegas Zanetti, seperti dilansir Sky Sport Italia, Minggu (11/6/2014).

“Begitu banyak kenangan terlintas dalam pikiran. Saya sudah mengenakan jersey dan ban kapten ini selama bertahun-tahun. Saya harus berterima kasih kepada semua orang yang selalu setia mendukung karier saya dengan rasa cinta yang terus mereka tunjukkan,” sambungnya.

“Sebelum pertandingan, saya melihat atmosfer yang begitu spektakuler. Saya akan mengingat ini selamanya. Saya telah begitu banyak mengalami masa-masa indah dan selalu bangga menggenakan jersey ini,” tutupnya.

Sepanjang Zanetti mengucapkan salam perpisahan, putranya yang bernama Tommy berlarian di lapangan sambil menendang bola. Lantas apakah sang buah hati akan mengikuti jejak langkah hebat ayahnya?

“Kami akan terus menemaninya dan mendukungkan selama kami bisa. Tetapi tampaknya dia memiliki gerakan yang yang tepat untuk menjadi pemain,” ungkap Zanetti.