Kesetiaan Ricardo Izecson dos Santos Leite atau Kaka, bersama Milan memang harus diacungi jempol. Bagaimana tidak, meski tim gagal mencapai target masuk Liga Champions, eks pemain Real Madrid ini tetap memilih bertahan bersama I Rossonerri, untuk setahun ke depan.


Kaka ikrarkan kesetiaan di Milan (Foto: Ist)

Padahal di dalam kontrak pemain berusia 32 tahun tersebut, terdapat klausul yang menyebutkan bahwa Kaka dapat saja meninggalkan Milan jika gagal masuk Liga Champions. Meski begitu, ia tak mau mengaktifkan klausul tersebut dan mengikrarkan kesetiaannya bersama klub yang pernah dibawanya meraih gelar Liga Champions pada musim 2006-2007.

“Apakah saya bertahan di Milan? Ya. Saya ingin bertahan satu tahun lagi, namun setelahnya biar klub yang menentukan. Saya masih menikmati bermain sepakbola, saya memiliki masalah fisik di Madrid dan pada kalau itu, rasa sakit lebih kuat dari kesenangan (bermain sepakbola),” tutur Kaka, seperti dilansir Football Italia, Senin (12/5/2014).

“Di Madrid saya belajar untuk memiliki keyakinan, kegigihan, dan segala hal diatas sepakbola. Hasilnya kala itu diluar ekspektasi dan tak mudah berhadapan dengan tekanan tersebut, karena saya tak terbiasa menghadapinya,” lanjutnya.

Selain kontrak, Kaka juga membicarakan soal perilaku rasis yang didapat rekannya, Kevin Constant saat dikalahkan Atalanta dengan skor 2-1, Senin dini hari (12/5/2014). Constant mendapatkan perlakuan yang sama seperti bek kanan Barcelona, Daniel Alves yang dilempari pisang.

“Di pandangan saya, permasalahan seperti ini jauh diatas sepakbola. Saya tak suka stadium menjadi tempat utama bagi orang-orang ini. Jika seseorang berperilaku rasis, maka ia akan melakukannya terus sepanjang waktu, termasuk saat bekerja dan kehidupan sehari-hari. Orang-orang yang dapat bertindak melawan hal ini, harus segera beraksi,” imbuh Kaka.