Musim ini masih menyisakan satu partai Serie A sebelum bubaran, tapi Supremo Milan, Silvio Berlusconi seakan sudah gatal untuk menegaskan ‘ponten’ minor dan rasa ketidakpuasannya terhadap klub dan tentunya attaccante nyentrik mereka, Mario Balotelli.

Sejak awal musim tampil buruk dan belum juga bisa bangkit usai pergantian pelatih, Milan terus tercecer di papan tengah. Asa mereka untuk mentas di Eropa musim depan pun di ujung tanduk dan bisa dibilang, butuh mukjizat jika ingin tetap tampil di Europa League.

Performa anjlok Milan memang bermula saat masih dibesut Massimilano Allegri. Namun Clarence Seedorf, sang suksesor, tak luput dari kritik sana-sini lantaran dinilai gagal. Masa depannya pun bakal bergantung di akhir musim.

“Fans tak puas dengan Milan, begitupun saya. Tapi bedanya sayalah yang menggelontorkan uang untuk klub. Saya tidak puas dengan cara Milan bermain, tidak sama sekali,” tegas Berlusconi.

“Untuk itu, kami harus bercermin pada fakta ini. masa depan Seedorf? Kami akan memutuskannya setelah musim ini selesai,” tambahnya, sebagaimana dikutip Football-Italia, Selasa (13/5/2014).

Tak hanya terhadap Milan, Berlusconi juga mengaku tak puas dengan penampilan maupun tingkah laku Mario Balotelli. Balo – sapaan santai Balotelli, diharapkan juga bisa bercermin dan introspeksi diri terhadap ekspektasi yang ada di pundaknya sebagai juru gol.

“Saya ingin bertanya padanya apakah dia ingin menang. Saya yakin dia akan jawab, iya. Saya akan bilang bahwa dia harus bisa lebih dekat ke gawang. Balotelli harus belajar bagaimana caranya mencetak banyak gol,” tuntut sang Presiden.

“Padahal Balotelli punya potensi yang luar biasa. Dia memang bukan penyerang sentral yang murni menurut pendapat kami. Tapi dia harus bisa belajar bagaimana bisa memainkan peran itu,” tutup Berlusconi.