Pelatih Juventus, Antonio Conte membantah dirinya tidak memiliki hubungan yang baik dengan dua pelatih pesaingnya, pelatih Napoli Rafael Benitez dan pelatih AS Roma, Rudi Garcia. Yah hal ini dibantah Conte setelah berita tentang dirinya berseteru dengan dua pelatih ini mencuat di akhir musim sebelum Nyonya Tua meraih Scudetto.


Rudi Garcia (kiri) dan Antonio Conte (Foto: Ist)

Perseteruan ini bermula ketika Conte berselisih pendapat dengan Benitez yang memberikannya saran dalam menaklukkan Benefica di partai semifinal Europa League musim lalu. Padahal saat Benitez menukangi Chelsea musim 2012-2013 timnya mampu mengalahkan Benfica di partai puncak.

Sedangkan dengan Garcia, perseteruan muncul lantaran pelatih Giallorossi mengklaim jika tim-tim di bawah Bainconeri bermain ‘tidak niat’ dan membiarkan Juve meraih kemenangan musim ini. Akan tetapi hal ini dibantah keras oleh pelatih berusia 44 tahun ini. Dirinya menegaskan bahwa di lapangan dia bisa bekerja secara profesional.

“Bagi saya, berlaga tanpa melihat siapa lawan. Bagi saya hal penting untuk mengetahui orang yang Anda sukai dan tidak di lapangan. Tapi saya harus bisa membedakan antara kehidupan Antonio pribadi dan profesional,” terang Conte seperti dilansir Soccerway, Kamis (29/5/2014).

Sementara itu dengan Conte juga mengungkapkan bahwa dirinya belum puas dengan Scudetto yang tiga kali diraih timnya mberturut-turut. Baginya mimpi terbesar klub yang juga menjadi tujuan utamanya adalah bisa menang di pentas Liga Champions.

“Tentunya kami ingin menang di Liga Champions dan kami harus mengikuti mimpi kami. Kami sudah bekerja keras untuk mencapai mimpi kami. Kami semua bermimpi, tapi yang terpenting adalah mewujudkannya di dunia nyata. Kami harus mengerti bahwa untuk menang bukanlah hal mudah- terutama di level tertinggi,” sambungnya.