Spekulasi kepergian Edy Reja akhirnya jadi kenyataan. Setelah sempat bertemu dengan Presiden Claudio Lotito, allenatore interim yang di paruh musim menggantikan Vladimir Petkovic itu resmi angkat kaki dari Olimpico.

Hanya seumur jagung masa jabatan kedua Reja mengarsiteki Biancoceleste setelah sebelumnya, sempat menukangi tim sekota AS Roma ini pada periode 2010-12 silam. Padahal di penghujung musim lalu yang belum lama ini rampung, Lotito membuka kemungkinan Reja tetap membesut Lazio musim depan.


Edoardo "Edy" Reja tinggalkan Lazio (Foto: Reuters)

“Ketika kami mengatakan selamat tinggal di akhir musim, Presiden sempat memperbarui kepercayaan dan mengusulkan kelanjutan kerja sama. Saya bilang padanya bahwa sirkulasi karier saya sudah berakhir. Merupakan langkah tepat jika Lazio mengganti pelatih untuk menciptakan ide-ide dan antusiasme baru,” ungkap Reja.

Salah satu faktor yang menyebabkan Reja angkat kaki (lagi) adalah kegagalan Lazio merebut selembar tiket Europa League. Andai target itu bisa ditunaikan, Reja mengaku masa depannya masih akan memimpin Lazio.

“Saya berterimakasih pada Presiden Lotito dan direktur olahraga (Igli) Tare yang kemarin meminta saya bertahan. Saya punya kesuksesan dan kesulitan di sini, begitupun sejumlah kritik. Kami tak mencapai target Eropa. Jika kami mampu mencapainya, mungkin keadaannya akan berbeda. Tapi tanpa Eropa, saya merasa terpukul,” lanjutnya.

Meninggalkan Lazio, pria kelahiran Lucinico 68 tahun silam itu punya pesan, terutama buat para fans Lazio yang beberapa waktu lalu, sempat meletupkan konflik dengan Lotito. Reja prihatin melihat para Laziale menolak mendukung timnya hanya karena tuntutan Lotito turun dari kursi kepresidenan.

“Kita tak boleh terus seperti ini. Kita harus menemukan sistem yang tepat untuk memulihkan animo (fans). Sepertinya klub sudah berjalan dengan baik. Sakit rasanya melihat stadion kosong, padahal saya tahu gairah Lazialita. Saya pikir, klub harus punya antusiasme baru terhadap tim dan juga fans,” imbuh Reja, seperti dikutip Football-Italia, Kamis (12/6/2014).

“Para pemain butuh dukungan, sesuatu yang kurang kami miliki dari para fans kami. Dengan sedikit bantuan, mungkin kami bisa mencapainya (target Eropa). Kita harus menciptakan lagi animo yang tepat, fans harus lebih dekat kepada tim, klub harus memperbaiki relasi mereka dengan fans,” tuntas Reja.

Sementara soal pengganti Reja, sejumlah nama kembali mencuat. Stefano Pioli, Roberto Donadoni, Massimiliano Allegri dan pelatih tim primavera, Simone Inzaghi juga dijagokan seperti sang Kakak, Filippo Inzaghi yang dipromosikan melatih tim utama (AC Milan).