Hampir dua bulan menanti kabar baik dari salah satu fans, Napoli malah mesti berduka. Allenatore Rafael Benítez pun mengaku prihatin seraya berbelasungkawa dari hatinya yang terdalam setelah nyawa Ciro Esposito tak bisa diselamatkan.

Esposito, salah satu fans Partenopei berusia 31 tahun yang jadi korban penembakan jelang final Coppa Italia kontra Fiorentina lalu di Olimpico, Roma, menghembuskan nafas terakhirnya Rabu pagi waktu setempat, setelah dirawat intensif selama 50 hari.

“Saya sudah mengarungi segenap hidup saya di sepakbola karena sepakbola adalah kehidupan saya. Sebagai pemain dan kemudian pelatih, saya pernah mengecap kenikmatan besar dari apa yang ditawarkan permainan ini,” tutur Benítez.

“Tapi situasi seperti ini memaksa saya untuk berpikir ulang pada banyak hal. Ke mana arah sepakbola dan masyarakat saat ini? Ke mana arah batas yang hendak kita tuju,” tambahnya, seperti dikutip Football-Italia, Kamis (26/6/2014).

Buat Benítez, tentu sepakbola semestinya menghadirkan kebahagiaan, bukan duka seperti yang dirasakannya dan tentunya juga Napoli saat ini. Arsitek berpaspor Spanyol itu amat berharap bahwa tragedi yang menimpa mendiang Esposito tak lagi terjadi di mana pun.

“Kematian Ciro Esposito merupakan sesuatu yang dramatis, tidak dapat dibenarkan dan mengerikan. Seorang pemuda sepertinya tak semestinya meninggal ketika akan mendatangi pertandingan sepakbola untuk menyaksikan tim mereka,” lanjut Benítez.

“Sungguh tidak masuk akal. Hal itu tak boleh terjadi lagi! Kita harus memahami arti dari kejadian tragis seperti ini yang ada dalam sepakbola dan olahraga pada umumnya. Saya ingin menghaturkan respek, solidaritas dan segenap cinta saya pada keluarga dan kerabatnya. Duka saya untuknya, semoga beristirahat dengan tenang,” tutupnya.