KABAR buruk menimpa peraih scudetto musim lalu, Juventus, pada dini hari tadi WIB. Allenatore Antonio Conte resmi memutus kontrak dengan si Nyonya Tua, meski masih menyisakan satu musim.

Pelatih berusia 44 tahun itu sendiri telah memberikan efek positif bagi Bianconeri, sejak kedatangannya ke Juventus Stadium. Dia mampu membawa Juve ke laju juara, usai dua musim hanya finis di posisi tujuh. Conte juga yang membuat era baru Juve menjadi sempurna ketika menjadi tim pertama dari Italia yang memiliki stadion sendiri.

Tak hanya itu, Conte pula yang membuat Juventus memiliki skuad yang solid, meski tanpa pemain bintang yang mencolok. Conte juga yang membuat Juve kembali ke masa kejayaan dengan torehan mentereng.

Hal ini mungkin klimaks dari Conte, usai beberapa kebijakan dari manajemen Juve disinyalir tak sesuai keinginan sang pelatih. Bahkan, ketidakselarasan tersebut telah menjadi isu hangat sejak musim panas lalu.

Selain itu, pengunduran pelatih Cesare Prandelli sebagai allenatore Tim Nasional Italia membuat Conte menjadi salah satu favorit kuat mengisi bangku kosong di Gli Azzurri. Terutama, untuk persiapan Euro 2016.

Tetapi tanpa disadari, begitu cepat Conte mengakhiri hubungan yang harmonis dengan si Nyonya Tua. Sebegitu singkat pria yang pernah mengenakan nomor punggung 8 di Juve ini meninggalkan para pemain yang telah dibangunnya hingga menjadi tim solid di Serie A.

Namun apa pun itu, Conte telah memberi pelajaran tentang perjuangannya bersama Juve yang tak lepas dari loyalitas dan profesional terhadap tim, terhadap klub yang pernah membesarkan namanya sebagai pemain maupun pelatih. Addio, Conte!

Berikut ini perjalanan dan sepak terjang Conte di Juventus Stadium.
- 22 Mei 2011, Direktur Olahraga Juventus, Giuseppe Marotta, mengumumkan Bianconeri telah mencapai kesepakatan dengan Conte sebagai pelatih baru menggantikan Luigi Del Neri.
- 6 Mei 2012, Conte langsung membawa Juve meraih scudetto ke-30 (versi klub) di musim perdananya setelah mengalahkan Cagliari 2-0.
- Usai mengalahkan Atalanta 3-1 di giornata terakhir musim 2011-2012, Conte membawa Juve finis di Serie A tanpa terkalahkan, dan menjadi tim pertama sejak liga menggunakan format 20 tim dengan 38 pertandingan.
- Juve masih belum terkalahkan di musim keduanya (2012-2013), sebelum akhirnya dipatahkan oleh Inter Milan. Nerazzurri mampu mempermalukan Juventus di kandangnya dengan skor 1-3.
- Total Conte telah membawa Juve tak pernah mengalami kekalahan sebanyak 49 laga.
- Meski rekor tak bisa dipertahankan, Conte tetap membuat Juve mempertahankan scudetto pada musim 2012-2013.
- Musim 2013-2014, Conte membuat sensasi lain yaitu membawa Juve meraih hattrick scudetti dengan mengoleksi 102 poin yang merupakan rekor poin tertinggi di Serie A. Selain itu, Juve berhasil meraih poin sempurna dengan 19 kemenangan kandang.
- Selain meraih tiga scudetto secara beruntun, Conte juga membawa si Nyonya Tua meraih dua kali juara Supercoppa Italia pada musim 2012 dan 2013.
- Tak hanya kegembiraan yang didapatkan Conte selama di Juve, pelatih kelahiran Lecce itu juga pernah mendapat sanksi atas keterlibatan dalam pengaturan skor saat masih melatih Siena.
- Conte akhirnya diberi sanksi larangan 10 bulan pada Agustus 2012 dan tak boleh mendampingi Juve saat bertanding karena sudah lalai memberikan info atas terjadinya pengaturan skor antara Siena dengan Novara.
- Juve mengajukan banding kepada arbitrase olahraga Italia dan sanksi Conte dipangkas menjadi empat bulan saja.
- Liga Champions menjadi mimpi yang mengundang rasa penasaran bagi mantan pelatih Arezzo ini. Dari dua kesempatan mentas di liga tertinggi Benua Biru itu, Conte hanya bisa mencapai babak perempatfinal (musim 2012-2013) dan tak bisa melaju di fase grup (2013-2014).



SUMBER