Skeptik. Ya, sikap ini yang sepertinya diungkapkan mayoritas Juventini – fans fanatik Juventus, terkait penunjukan Massimiliano Allegri sebagai pengganti Antonio Conte. Kapasitasnya sudah diragukan, kendati belum memulai tugas beratnya itu jelang musim baru.

Apalagi masalahnya kalau bukan kegagalannya di AC Milan yang membuatnya kehilangan kursi kepelatihan pada Januari lalu – terlepas dari capaiannya menyabet Scudetto musim 2010-11 dan Coppa Italia 2011 lalu.

Kabar terbaru juga menyebutkan bahwa sekira 300 ultras Juventini melakukan aksi protesnya terhadap penunjukan Allegri. Mereka mendatangi Vinovo – kamp Juve untuk meminta pertemuan langsugn dengan jajaran direktur Juve.

Soal keraguan para fans Si Nyonya Tua, Allegri mengaku bisa paham dan berharap, sanggup memenangkan hati fans dengan respek, kerja keras, profesionalismenya dan tentunya hasil positif.

“Saya mengerti skeptisme fans, karena hanya dalam waktu sehari terjadi pergantian pelatih di Juventus. Bagaimana memenangkan (hati) mereka? Dengan kerja keras, rasa hormat dan profesionalisme, serta hasil. Kemudian para fans akan punya alasan untuk mengenal saya lebih dekat,” papar Allegri.

“Saya mengerti pentingnya melatih Juventus, saya sendiri sudah melakukannya empat tahun di Milan. Saya rasa, saya siap dan berkapasitas melanjutkan hasil yang sudah dicapai Juventus selama tiga tahun ini. Malah mungkin saya bisa mengembangkannya. Soal fans, saya ulangi bahwa hal reaksi ini normal soal pergantian pelatih,” lanjutnya.

Arsitek berusia 46 tahun ini juga sadar bahwa tugas berat sudah menantinya, tak hanya pekerjaan pokoknya sebagai juru taktik, tapi juga merepresentasikan klub, seperti yang dilakukan Conte.

“Tugas saya juga berat karena Antonio Conte juga bertugas mewakili klub, tak hanya melatih di tiga tahun terakhir. Dia mewakili banyak hal untuk Juve, baik sebagai pemain amupun pelatih. Bersamanya, tim mendominasi Italia tahun ini dan sudah melakukan hal yang luar biasa,” imbuhnya, sebagaimana disitat Football-Italia, Kamis (17/7/2014).

Sedikit beralih ke rencananya untuk Juve, yang pasti Allegri ingin timnya tak hanya bisa bicara banyak di pentas domestik, tapi juga Eropa. Hal vital utama yang tak boleh terlewatkan adalah menambah kekayaan skuad di pasar transfer. Untuk urusan yang satu ini, Allegri mengaku akan mengacu strategi yang dijalankan Atlético Madrid.

“Kami harus berkembang di Liga Champions. Klub punya strategi di jendela (transfer) dan kami menantikan penguatan skuad agar lebih kompetitif di Italia dan Eropa. Di Eropa ada banyak klub besar, tapi lewat organisasi dan strategi yang bagus di pasar transfer, seperti yang diperlihatkan Atlético Madrid, saya percaya kami akan punya perjalanan yang hebat di Liga Champions,” tuntasnya.

SUMBER