Cerita Ngentot Janda Budak Nafsu Anaknya – Aku seorang janda yang kini harus berjuang keras sendirian menghidupi ketiga anakku. Dalam cerita dewasa ini aku aan ceritakan bagaimana hal gila yang pernah aku lakukan dengan anak-anakku.

“Nggak, Mbak Surti. Baru juga selesai keliling. Duduk dulu Mbak, aku mau mandi dulu” sahut Jamal, salesman keliling yang setiap mampir ke kota ini selalu memanggilku untuk memijatnya. Ini kali yang keempat aku dipanggilnya.

Jamal masuk ke kamar mandi sementara aku duduk di kursi melepas penat. Kuseka sekitar leher yang berkeringat, kurapikan baju dan rok. Tak lama kemudian Jamal keluar berbalut handuk. Tinggi tubuhnya sekitar 170 cm lumayan kekar dan berotot.

“Saya permisi cuci tangan ya, Mas,” pintaku sambil menuju ke kamar mandi.
“Silahkan, Mbak.”

Selesai cuci tangan kudapati Jamal sudah tengkurap di ranjang tanpa melepas handuknya. Aku mendekat ke bagian kakinya.

“Tumben pakai handuk, Mas?” Tanyaku. Biasanya Jamal pakai celana pendek atau CD.
“Anu Mbak, celanaku kotor semua. 3 hari keliling belum sempat nyuci jee, biar lebih gampang mijatnya, naik ke ranjang aja, Mbak” kata Jamal.

Ranjangnya memang agak besar sehingga susah dapat memijat dengan enak kalau tidak naik. Aku naik ke ranjang dan berlutut di kiri Jamal. Mulai memijat telapak kaki, terus naik ke arah betis hingga paha. Ikatan handuk Jamal yang agak kencang menutupi paha agak menyulitkan memijat bagian itu.

“Maaf Mas, handuknya tolong dilonggarkan”

Jamal mengangkat perutnya dan membuka simpul handuknya sehingga handuk itu sekarang jadi longgar bahkan disisihkannya ke samping kiri-kanan hingga seperti selimut yang menutup pantat. Aku dapat merasakan di balik handuk itu tidak ada apa-apa lagi yang dikenakan Jamal. Jantungku, janda 40 tahunan ini, jadi berdegup agak keras. Tapi aku coba tidak berpikir buruk karena pernah 3 kali memijat Jamal dan pria itu selalu sopan.

Sumber