Keputusan Antonio Conte meninggalkan Juventus pada musim panas ini sontak menimbulkan beragam spekulasi. Bagaimana tidak? Conte yang sempat mengenakan ban kapten Juve medio 2000-an itu tengah berada dalam masa kejayaan sebagai pelatih di Kota Turin.


Antonio Conte. (foto: Reuters)

Sejak dipercaya membesut si Nyonya Tua, Conte tercatat berhasil mempersembahkan berbagai trofi, di antaranya: tiga mahkota Serie A (2011–12, 2012–13, dan 2013–14) dan dua trofi Supercoppa Italiana (2012 dan 2013).

Banyak kalangan, terutama para pecinta La Vecchia Signora menyayangkan keputusan Conte. Terlebih penggantinya dinilai tak sepadan, Massimiliano Allegri. Tak ingin kian memanas, Supremo Juve, Andrea Agnelli angkat suara. Menurutnya keputusan pengunduran diri Conte merupakan kesepakatan kedua pihak.

“Pertama-tama, saya harus mengatakan bahwa saya sangat senang dengan pekerjaan yang telah dilakukan selama tiga musim terakhir. Conte meninggalkan kami setelah memenangi tiga gelar Serie-A secara beruntun, serta yang dia memenangkan sebagai pemain,” ungkap Agnelli, seperti dilansir Fox Sports Asia, Rabu (6/8/2014).

“Pada akhirnya, kami memutuskan bersama-sama bahwa dia akan pergi dan saya senang kami mampu menyelesaikan masalah dengan (Direktur Umum Giuseppe) Marotta dan (Direktur Olahraga Fabio) Paratici selama beberapa jam berikutnya,” lanjutnya.

“Kami beruntung menemukannya (Allegri) tersedia. Kami sekarang memulai petualangan baru dengan Max, dengan keinginan yang sama untuk menang seperti biasa,” tutupnya.