Musim 2014-2015 tak ubahnya era baru untuk Juventus, dengan kedatangan pelatih anyar Massimiliano Allegri. Gelandang Bianconeri Claudio Marchisio menilai sejauh ini proses adaptasi dengan sistem baru berjalan lancar.

Setelah tiga musim yang sukses bersama Antonio Conte dengan merengkuh tiga scudetto beruntun, Juve musim ini beralih nakhkoda. Allegri datang dengan sejumlah pembaruan utamanya dalam sistem bermain.

Di masa Conte, Juve dikenal memainkan sistem tiga bek dalam formasi 3-5-2. Sementara Allegri selama ini diketahui punya pakem andalan 4-3-3. Perubahan ini pun sempat diyakini bakal jadi tantangan untuk skuat 'Si Nyonya Besar'.

Namun sejauh ini Marchisio menilai tak ada masalah berarti dari perubahan tersebut. Sebabnya, Juve juga sempat tampil dengan formasi 4-3-3 di tahun pertama bersama Conte sehingga skema ini tak benar-benar baru untuk anak-anak Turin.



"Saya tidak melihat ada banyak masalah, saya merasa kami berada di jalur tepat. Allegri dan stafnya ada di tempat yang tepat dan telah menemukan sebuah tim yang bersatu dan siap untuk berkorban," kata Marchisio kepada Tuttosport.

"Kami telah memulai lagi dengan ide-ide baru dan dengan gaya bermain yang berbeda, tapi kami sebenarnya sudah tahu hal ini. Selama dua tahun terakhir kami telah juara dengan 3-5-2, tapi tahun pertama kami tampil dengan 4-3-3," lanjutnya.

"Kami paham pertahanan empat bek, sedikit kerja keras untuk melanjutkan mekanisme tertentu itu normal. Bahkan di laga-laga persahabatan ini tidak tampak sebagai sebuah masalah bagi saya," ungkap pemain 28 tahun ini seperti dilansir Football Italia.

Sejauh ini Juve memang memetik hasil cukup bagus di bawah Allegri. Dari sembilan laga pramusim yang telah dijalani, mereka sukses enam kali menang dan hanya kalah dua kali dengan sisanya berimbang. Namun demikian, Juve juga tak lepas dari sorotan saat kalah 0-1 dari AC Milan di Trofeo TIM akhir pekan kemarin.

Marchisio mengakui dalam laga tersebut timnya membiarkan Milan terlalu leluasa melakukan serangan balik. Penampilan berbeda dijanjikan saat Juve memulai kiprah di Serie A musim ini di kandang Chievo Verona akhir pekan nanti.

"Melawan Milan adalah ujian bagus, tapi kami membiarkan lawan sedikit kemudahan melakukan serangan balik. Di Verona, akan jadi Juve yang berbeda," tandasnya.