Rasa penyesalan masih tersimpan di benak Didier Deschamps, setelah terlalu cepat melatih Juventus. Keadaan tersebut membuatnya merasa bersalah.

Deschamps merupakan pemain dan pelatih yang sangat berpengaruh di Juve. Sebagai pemain, dia sempat memberikan tiga mahkota scudetto (1994–95, 1996–97, 1997–98) dan sebuah trofi Liga Champions pada musim 1995-1996.


Didier Deschamps (foto: Reuters)

Sementara di level pelatih, Deschamps merupakan pahlawan Juve saat masih berkutat di Serie B. Pelatih berusia 45 tahun itu langsung mempromosikan Nyonya Tua ke Serie A sebagai juara grup pada musim 2006-2007.

Sayang, usai mengembalikan kejayaan si Nyonya Tua, pada awal musim 2007 dia meninggalkan klub yang bermarkas di Turin itu. Kabarnya, manajemen klub dan dirinya mengalami perbedaan pendapat.

“Saya meninggalkan klub karena perbedaan dalam strategi pengalihan dengan direktur yang mereka miliki saat itu, tapi kami telah mempromosikan Juve ke Serie A," ucap Deschamps seperti dilansir Football-Italia, Rabu (27/8/2014).

"Saya ingin satu pemain besar per area tim pada saat itu, sementara mereka ingin membangun kembali skuad dengan membeli pemain yang biasa-biasa saja. Pada akhir keputusan, jelas mereka yang menang,”sambungnya.

"Dalam kasus apa pun, pengunduran diri saya adalah sebuah kesalahan. Apakah saya akan kembali? saya tidak akan melakukannya lagi,” tegasnya.