Kejadian unik sempat terjadi di Serie A, saat Jonathan Biabiany yang sudah mengenakan jersey AC Milan, harus kembali lagi ke FC Parma, karena Cristian Zaccardo yang merupakan bagian dari transfer, membatalkan niatnya untuk hengkang. Tak lama berselang, Giacomo Bonaventura pun muncul sebagai penggantinya.


Marco van Ginkel (Foto: @acmilan)

Gelandang serang Italia itu didatangkan dari Atalanta, dan CEO I Rossoneri, Adriano Galliani pun mengaku bahwa transfer Bonaventura merupakan hal yang tak pernah dialaminya dalam 29 tahun mengurus transfer tim.

“Pembelian Bonaventura merupakan salah satu hal yang tidak biasanya terjadi selama 29 tahun terakhir di karier saya. Pada pukul 20.00 (waktu setempat), kami berpikir untuk menukar Biabiany dan Zaccardo, namun ketika gagal terjadi, kami memiliki ide lainnya,” Galliani bercerita, sebagaimana diwartakan Football Italia, Rabu (3/9/2014).

“Pemain (Bonaventura) pergi ke Milan, namun ke klub berbeda. Lalu pemain dan agennya memberitahu saya, untuk bertemu dengan mereka di kota, dan disanalah kesepakatan dilakukan,” terangnya

Berbeda kasus dengan pemain anyar lainnya, Marco van Ginkel. Kali ini Galliani menunjukkan kelihaiannya, dalam merayu Van Ginkel yang bersikeukeuh bertahan karena ingin membuktikan dirinya di Chelsea. Ia menggunakan Jose Mourinho, Fernando Torres, dan Nigel de Jong sebagai ‘senjata’ untuk merayu Van Ginkel.

“Van Ginkel bersikeras. Bukan berarti ia tak mau bergabung dengan kami – ia hanya berpikir dapat masuk tim inti Chelsea. Namun Mourinho pelatih yang hebat, dan memberitahunya bahwa setelah delapan bulan cedera, datang ke Milan akan bagus untuknya. Kemudian saya meminta De Jong, dan Fernando Torres untuk berbicara dengannya. Kemudian ia berkata ya,” tuntasnya.