Dalam event peluncuran konten resmi klub berbahasa Indonesia, Erick Thohir, selaku Presiden Inter Milan, membeberkan rencana ke depannya bersama klub berjuluk La Beneamata tersebut.

Di acara yang dilangsungkan di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Senayan, Jakarta, ada beberapa target yang ingin dicapai Thohir untuk klub miliknya tersebut. Salah satu poin yang menjadi target sang presiden adalah ingin bisa mengimbangi kompetisi sepakbola Inggris, Premier League, dalam segala aspek.


Erick Thohir. (Foto: Anang Fajar Irawan)

"Persaingan di liga besar Eropa sangat tajam, Premier League saat ini sedang leading. Namun, Serie A tidak akan menyerah karena punya tradisi dan sejarah yang besar," kata Thohir dalam sesi tanya jawab dengan wartawan, Kamis (11/9/2014).

"Kekeluargaan di Inter sangat erat. Pemain yang sudah pensiun seperti Marco Materazzi, dia masih menjadi bagian dari tim ini. Itu bagian kecil yang bisa membuat tim kami bisa semakin maju ke depannya," terusnya.

Sedangkan, dari segi teknis dan materi pemain, pemilik klub MLS, DC United dan klub NBA, Philadelphia96ers ini cukup yakin, di mana dia merasa kombinasi pemain muda dan senior akan menghasilkan sinergi yang positif.

"Pembinaan usia muda akan digalakkan. Kovaciv dan M'Villa adalah pemain hebat. Kuncinya balance the team. Tambahan pemain seperti Dodo dan Juan Jesus akan memberi tambahan tenaga optimal sebagai pemain muda. Apalagi ada pemain senior seperti Nemanja Vidic, yang bisa menjadi mentor untuk pemain lain," paparnya.

Sebagai putra asli Indonesia, Erick juga ingin memberikan kontribusi untuk persepakbolaan Tanah Air. Dia ingin suatu saat nanti bisa membawa pasukan klubnya ke Indonesia, murni untuk tujuan peningkatan sepakbola, tak semata-mata untuk kepentingan bisnis.

"Kami punya tekad memajukan Inter, khususnya di kancah asia, mudah-mudahan bisa singgah di Indonesia. Kalau memang terlaksana, saya ingin membawa pemain dari akademi Inter. Alasannya, sebagai bagian dari niat Inter membangun persepakbolaan Indonesia, jadi para pemain muda bisa mengambil ilmu dari sepakbola Indonesia, begitu pun sebaliknya, bukan hanya perkara bisnis," tegasnya.