MILAN – Gelandang anyar AC Milan, Marco van Ginkel mengungkapkan mengapa dirinya setuju untuk menerima tawaran Rossoneri yang meminjamnya selama satu musim dari Chelsea. Sebelumnya Van Ginkel menolak tawaran Adriano Galliani, wakil presiden Milan.

Nyatanya pada penghujung bursa transfer musim panas, pria berpaspor Belanda ini menerima pinangan klub peraih 18 gelar Scudetto itu. Bukan serta merta Van Ginkel merubah keputusannya.

Selidik demi selidik ternyata ada beberapa tokoh yang berperan besar atas kepindahannya. Nigel de Jong, Fernando Torres, dan Jose Mourinho adalah orang-orang yang berhasil meyakinkan pemuda berusia 21 tahun itu menerima tawaran Rossoneri.

“De Jong sering menelefon saya dan bersikeras bahwa Milan sangat menginginkan saya untuk bergabung. Kami berbicara banyak, karena dia berasal dari Belanda seperti saya dan berbicara hal baik tentang Milan,” ujar Van Ginkel, seperti dikutip Football-Italia, Sabtu (13/9/2014).

“Begitu juga dengan Torres yang terus melakukan hal yang sama dengan Nigel. Jose Mourinho pernah bekerja di Inter, rival kami tetapi dia sekarang berada di Chelsea. Mou sangat perhatian akan masa depan saya dan memberi saran untuk datang ke Milan mengambil kesempatan besar ini,” terusnya.

Walau telah mengikuti latihan bersama tim, Van Ginkel tak dapat berbicara bahasa Italia begitu juga dengan pelatih Milan, Filippo Inzaghi yang tak lancar berbahasa Inggris. Namun hal itu tak menjadi masalah karena mereka telah menemukan cara untuk berkomunikasi.

“Saya baru di sini, saya berbicara dengan pelatih tentang apa yang ia harapkan dari saya melalui seorang penerjemah. Inzaghi memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap saya dan mengatakan role saya di sini,” lanjut Van Ginkel.

“Saya adalah seorang box-to-box midfielder, dapat menyerang dan bertahan dengan sama baiknya. Idola saya adalah Frank Lampard dan Steven Gerrard. Namun menurut saya, kualitas mereka tak jauh berbeda dari diri saya. Terpenting saya harus fokus terhadap perkembangan saya,” tutupnya.

Bagi pria yang mengawali karier profesional bersama klub Eradivise, Vitesse sebelum bergabung dengan Chelsea mengaku dirinya sudah tak sabar akan memulai petualangannya bersama juara Liga Champions tujuh kali itu.

Sumber