Hati dan pikiran Filippo Inzaghi campur aduk antara bahagia dan kecewa dengan para pemainnya usai AC Milan menang atas Parma 4-5. Bahagia karena hasil sempurna yang diraih timnya, dan kecewa dengan banyaknya gol yang tersarang di gawang Diego Lopez.

Giacomo Bonaventura membuka thriller sembilan gol di Stadio Ennio Tardini, tapi berhasil disamakan oleh sang mantan pemain Antonio Cassano, dua menit kemudian. Keisuke Honda dan penalti Jérémy Ménez membuat Milan kembali leading, 1-3.


Inzaghi dan anak asuhnya. (Foto: REUTERS/Stefano Rellandini)

Akan tetapi pada interval kedua, Parma mencoba bangkit. Dua gol berhasil disarangkan lewat Felipe Dias da Silva Dalbelo dan Alessandro Lucarelli. Namun, tim tamu datang dengan kepercayaan diri tinggi, Nigel de Jong dan Ménez kembali menambah pundi-pundi gol untuk Rossoneri (3-5). Sayang pada injury time, bek Milan, Mattia de Sciglio mencetak gol bunuh diri sekaligus menutup laga dengan skor akhir 4-5.

“Saya marah? Ya! Tetapi kami juga harus bahagia. Ini adalah sebuah tim yang luar biasa, jangan lupa dari mana kami berasal. Para pemain memiliki jiwa yang hebat, meskipun terdapat kesalahan pada lini pertahanan kami,” kata Inzahgi, seperti dilansir Tuttosport, Senin (15/9/2014).

“Akan sangat disayangkan apabila kami gagal memenangankan laga, sebab kami selalu memimpin. Gol kami berasal dari kombinasi yang menakjubkan,” sambung striker legenderis Italia itu.

Selanjutnya tim asal Kota Mode tersebut akan menghadapi sang juara bertahan, Juventus di San Siro pada lanjutan Serie A giornata ketiga. Inzaghi yang semasa menjadi pemain dikenal sebagai striker oportunis itu enggan memandang sebelah mata si Nyonya Tua yang juga belum terkalahkan musim ini.

“Mereka merupakan tim yang di luar jangkauan, kami perlu belajar. Dengan semangat dan kualitas, kami dapat melakukannya. Memang sulit, tetapi saya percaya tim memiliki semangat yang luar biasa,” tegasnya.