Pada dua giornata awal Serie A, hanya dua tim yang sanggup mempertahankan kesempurnaan enam angka. Dua tim ini pun akan baku hantam di lapangan, Minggu (21/9/2014) dini hari WIB.


Andrea Poli (kanan) (Foto: Alessandro Garofalo/REUTERS)

AC Milan akan mendapat tamu istimewa, sang juara bertahan – Juventus, pada giornata ketiga Serie A, akhir pekan nanti di San Siro. Buat segenap gladiator Milan, duel ini sarat ambisi vendetta – atau perhitungan.

Perhitungan ketika Juve masih superior ketimbang Rossoneri yang justru jeblok, terutama di musim lalu. Sejak 2013 lalu, baik tampil di kandang sendiri maupun markas Juve, tak sekalipun Milan sanggup menang.

“45 angka musim lalu yang memisahkan kami dari Juve, merupakan jarak yang sangat jauh. Tapi sekarang ada spirit berbeda,” seru centrocampista Milan, Andrea Poli.

“Tahun lalu hasil kami memang sangat negatif, tapi sekarang terdapat gairah besar untuk balas dendam, karena kami juga ingin menghormati jersey yang penting ini,” lanjutnya, sebagaimana disadur Forza Italian Football, Rabu (17/9/2014).

Dua kemenangan awal dari Lazio maupun Parma, jelas jadi bukti tersendiri bahwa tim mau bekerja keras untuk bangkit dan mengembalikan kepercayaan Milanisti. Selain mengandalkan kerja ekstra keras, Poli mengharapkan suntikan motivasi dari para fans saat menerima lawatan Bianconeri.

“Kami merasakan cinta yang besar dari publik. Kami harus memanfaatkan kekuatan ini jelang laga melawan Juventus, di mana kami berharap bisa tampil baik. Ini akan jadi duel seru dari dua pemuncak klasemen yang meraih dua hasil bagus sebelumnya,” tambah Poli lagi.

“Mereka sangat kuat, selama tiga tahun mereka memenangkan Scudetto dan adalah sasaran utama untuk dikalahkan setiap tim di Italia. Kami akan mempersiapkan diri dengan cara terbaik. Saya tidak ingin bicara prediksi, setiap laga punya ceritanya sendiri,” tuntas pemain kelahiran Vittorio Veneto 24 tahun silam itu.