“Kecanggihan” Gianluigi Buffon mengawal mistar gawang, terbukti belum tergerus usia. Portiere Juventus itu kembali pamer kualitas dan kapasitas, saat mengenyahkan penalti Atalanta, dini hari tadi.


Penyelamatan berkelas Gianluigi Buffon saat mementahkan penalti Atalanta (Foto: Giampiero Sposito/REUTERS)

Bertamu ke Stadio Atleti Azzurri d’Italia pada giornata kelima, Bianconeri lagi-lagi memperkaya kesempurnaan mereka. Tak hanya lima partai Serie A berturut-turut dengan hasil sempurna, tapi juga belum ternodanya gawang Juve sejak mengawali musim ini.

Padahal gawang Buffon sempat terancam tak lagi ‘perawan’, ketika La Dea – julukan Atalanta, punya kans dari titik putih. Beruntung, eksekusi Germán Denis sanggup dimentahkan kiper berusia 36 tahun itu. Juve pun sukses menyegel kemenangan mutlak, 3-0.

“Kita semua tahu kualitas hebat Buffon, seluruh dunia pun sudah tahu akan hal itu,” sanjung Carlos Tévez kepada Sky Sport Italia, Minggu (28/9/2014).

Perfezione atau kesempurnaan Juve ini pun bak terus jadi “bahan bakar” pembicaraan lebih jauh, terlebih soal persaingan gelar Scudetto musim ini yang lagi-lagi, melibatkan AS Roma. Pun begitu, Tévez belum ingin prematur memberi ramalan atau prediksi.

“Saya pikir masih terlalu dini untuk mengatakan perburuan gelar hanya melibatkan dua tim, masih banyak pertandingan yang harus dilalui. Serie A kompetisi yang besar dan jalannya maih panjang untuk kami berpikir sampai ke situ,” tutup bomber asal Argentina itu.