Meski Il Grande Partita antara Juventus menghadapi AS Roma sudah berakhir beberapa hari yang lalu, panasnya tensi masih terasa. Kali ini giliran penyerang Roma Adem Ljajic yang buka suara.

Laga yang dihelat di Juventus Stadium, Minggu (5/10/2014) WIB, itu mengeluarkan sang juara bertahan sebagai pemenang lewat skor 3-2. Namun, yang membuat laga tersebut masih menjadi pembicaraan hangat adalah soal kinerja wasit Gianluca Rocchi yang memimpin pertandingan.

Ya, sang pengadil mengeluarkan tujuh kartu kuning, dan dua kartu merah untuk Juventus maupun Roma. Belum lagi, ia tiga kali menunjuk titik putih, dua untuk Juventus sedangkan Roma mendapat satu kali hadiah penalti. Kemudian, gol krusial Leonardo Bonucci yang dinilai berbau offside.

Meski Ljajic tidak terima atas tiga gol yang bersarang ke gawang kiper Roma, Lukasz Skorupski, ia masih percaya bahwa Giallorossi masih menjadi penantang kuat scudetto musim ini. Pasalnya, kini kekuatan serta mental Serigala Roma sudah jauh lebih baik.

“Dengan segala hormat atas apa yang terjadi dalam pertandingan itu, saya lebih baik diam. Tapi, kami kebobolan tiga gol dan ketiganya dirusak oleh kejanggalan. Kami masih bermain sepakbola terbaik dan saya pikir kami masih yang terkuat, tapi tinggal kami yang menampilkannya di atas lapangan,” kata Ljajic, seperti dilansir Forza Italia Football, Kamis (9/10/2014).

“Mentalitas kami telah tumbuh dan tim ini semakin kuat. Kami telah mengenal satu sama lain selama bertahun-tahun, dan kami ingin memenangi gelar, tapi itu tidak hanya bergantung kepada kami,” jelasnya.