Direktur Olahraga Juventus, Pavel Nedved mengecam statement negatif yang dilontarkan kapten AS Roma, Francesco Totti pascaduel panas antara si Nyonya Tua kontra Seriga Ibu Kota, akhir pekan lalu.

Emosi Totti meledak lantaran ia dan timnya merasa kepemimpinan wasit berat sebelah alias banyak menguntungkan Juve yang berlaku sebagai tuan rumah. Di laga kontroversial itu, pasukan Massimiliano Allegri tampil sebagai pemenang dengan skor akhir 3-2.

Sang Pangeran Roma pun geram dan menyarankan agar Bianconeri membentuk dan bertanding di liga sendiri. Totti bahkan tanpa ragu mengatakan bahwa akhir musim nanti, Juve-lah yang akan kembali tampil sebagai kampiun, sementara timnya finis di urutan kedua yang disebutnya sebagai prestasi terbaik yang dapat diraih.

Tak terima dengan pernyataan Totti, Nedved membalas dengan mengatakan bahwa Totti tak pantas menjabat sebagai kapten AS Roma karena pribadinya yang mudah menyerah. Berikut petikan wawancaranya kepada Italia 1, seperti dilansir Goal, Selasa (7/10/2014).

"Meski Francesco adalah seorang kawan, seorang juara yang sangat hebat, dan di akhir laga saya memujinya, saya marah dengannya ketika mendengar apa yang dikatakannya di depan kamera. Totti tidak pernah bermain di tim sebesar Juventus dan, karena alasan ini, dia tidak memahami apa maknanya bekerja untuk klub sepenting ini."

"Jika Anda bermain atau bekerja untuk Juventus, semua orang menentang Anda. Kami hanya memiliki fans di belakang kami, sementara opini publik menentang kami. Dan saya bahkan tidak ragu mengatakan bahwa ini juga memengaruhi sikap para wasit yang nyaris takut untuk memberikan keputusan bagi pihak kami."

"Roma telah membangun sebuah tim luar biasa dan Totti, sekali lagi, saya menyelamatinya, tapi karena apa yang dilakukannya di dalam lapangan, bukan di luar."

"Bila Anda berada di tim saya dan Anda mengatakan 'Kami akan finis kedua' setelah kompetisi baru memainkan enam putaran dan Anda adalah kaptennya, saya tidak tahu apakah Anda bisa mempertahankan ban kapten tersebut."

"Mereka membicarakan tentang sebuah liga yang terdistorsi, tetapi kami juga harus melihat impresi yang telah kami berikan tentang Serie A di luar negeri: laga Minggu adalah laga indah, sebuah pertempuran sejati dengan segala hal terjadi di dalamnya."

"Sepakbola Italia tengah tumbuh di Eropa, seperti dibuktikan oleh apa yang kami lakukan di berbagai kompetisi, inilah yang penting, bukan kontroversi."